Header Ads

http://www.bankdki.co.id/en/product-services/layanan/modern-banking/jakone-mobile-bank-dki

Gurihnya Soto Tangkar dan Sate Kuah H. Diding



Buat anda penghobi kuliner Nusantara, tentu tidak asing lagi dengan nama Soto. Ya, kuliner berkuah dipadu daging ini hampir di setiap daerah di pelosok Indonesia ada. Namun, ada yang unik bila kita mampir di salah satu sudut di wilayah Kota Tua Jakarta, tepatnya di Pasar Pagi Lama. Soto Tangkar dan Sate Kuah itu namanya. Tepatnya lagi, Soto Tangkar dan Sate Kuah "Aneka Sari" H. Diding. 

Soto yang dirintis  oleh Almarhum H. Diding sejak tahun 1960 ini cikal bakalnya ada di Los T 28 B dan C Pasar Pagi Asemka. Tepatnya samping pusat perbelanjaan alat-alat tulis kantor. 

Sayangnya, kedai yang punya jam operasi dari pukul 7 pagi hingga pukul 5 sore ini berukuran mini. Jangan membayangkan tempat makan satu ini bebas dari panas dan lega. Kapasitasnya paling mentok 10 orang.

Kendati tampil apa adanya, warung makan ini punya banyak pelanggan. Mereka rela makan berimpitan, bahkan, antre lama untuk dapat tempat duduk. Semakin siang, masakan di warung semakin menipis.

Ucu Sunardi, salah satu anak dari almarhum H. Diding menuturkan, sate kuah yang merupakan racikan H. Diding sebenarnya merupakan daging sapi bakar yang dicemplungkan ke dalam kuah soto tangkar. Warna kuahnya cokelat kekuningan dengan potongan daging sapi kehitaman yang menyembul di antara kuah.

Rajangan daun bawang yang ditabur di kuah menjadi pelengkap. Tidak butuh waktu lama untuk menghidangkan masakan ini. Lima menit setelah dipesan, makanan akan tersaji. Penyajian bisa secepat kilat karena pelayan warung tidak pernah berhenti membakar dan memotong sate.

Pengunjung dipastikan dapat daging sate segar karena hampir semua sate yang dipotong baru selesai dikipas, tutur Murdi yang sudah 35 tahun mengurus kedai ini.

Meski tempat makannya sempit, namun rasanya luar biasa. Mantap. Top Markotop. Kuahnya yang kental dengan rasa santan terasa gurih nan sedap. Begitu diseruput, kuah langsung meluncur ke tenggorokan, tanpa meninggalkan rasa lemak yang mengganggu.

Sate daging sapinya khas sekali. Mak nyuss. Kalau daging sapi tanpa lemak ini kita kunyah bersama kuah, nasi sepiring bakal terasa kurang.

Soto Tangkar dan Sate Kuah ini sudah punya banyak cabang. Cabang warungnya juga ada di Jembatan Besi Raya No.3 sebelah Masjid Al Jahiriyah, Pasar Duta Mas, Jelambar, hingga Sungai Barito Jakarta Selatan. 

Bila anda penasaran dengan gurihnya, silahkan datang di Soto Tangkar dan Sate Kuah Aneka Sari Jalan Pasar Pagi Lama Los T 28 B-C, Jakarta Barat.

No comments

Powered by Blogger.