Header Ads

http://www.bankdki.co.id/en/product-services/layanan/modern-banking/jakone-mobile-bank-dki

Aktivis Antikorupsi Aksi Dukung Novel Baswedan di KPK

Brigade Beringin membentangkan spanduk di depan gedung KPK sebagai salah satu bagian aksi dukung penyidik KPK, Novel Baswedan. 
Hari ini, Selasa (11/4), di beberapa daerah digelar unjuk rasa untuk memberikan dukungan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. 

Di Jakarta, aksi dilakukan di gedung KPK di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Tampak dalam aksi tersebut Haris Azhar yang juga Tim Investigasi Masyarakat Sipil menyerukan dukungannya terhadap Novel Baswedan yang pada subuh tadi, selepas menunaikan ibadah Sholat Subuh disiram dengan air keras di depan  Masjid Al Ikhsan, di sekitar kediaman penyidik KPK itu. 

Para penggiat antikorupsi yang berunjuk rasa tersebut mengungkapkan, bahwa penyerangan terhadap penyidik KPK itu merupakan preseden buruk terhadap iklim penegakan hukum korupsi di Indonesia. Apalagi Novel diketahui tengah menyidik kasus megakorupsi e-KTP yang ramai diperbincangkan di tanah air. 

Kurniawan Yusdjam, penggiat antikorupsi. 
Salah satu penggiat antikorupsi yang hadi dalam kesempatan itu, Kurniawan Yusdjam mengungkapkan, penyerangan terhadap Novel Baswedan ini harus ditanggapi serius oleh aparat penegak hukum. Bisa saja, lanjutnya, ini merupakan sinyal peringatan terhadap aparat penegak hukum bahwa ada pihak-pihak yang merasa kurang nyaman dan terancam dengan langkah KPK belakangan ini. 

Aksi yang sama juga dilakukan di Yogyakarta dan Grobogan Jawa Tengah. Di Yogyakarta, aktivis antikorupsi berkumpul di kantor PUKAT UGM Yogyakarta untuk memberikan tuntutan kepada Presiden Joko Widodo untuk memerintahkan kepada Kapolri untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut. 

Hadir dalam jumpa pers tersebut perwakilan dari Pukat FH UGM, Koalisi Masyarakat Sipil, Pusham UII, LKiS, Sarang Lidi, Warga Berdaya dan IDEA. 

Direktur Pusham UII, Eko Riyadi menambahkan serangan terhadap KPK bukan yang pertama kalinya. Mulai secara konstitusional, dan deregulasi sudah terjadi sebelumnya.

Sementara itu di Grobogan Jawa Tengah, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Arak) Grobogan menuntut aparat penegak hukum menyelidiki dan mengusut tuntas kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mereka menggelar aksi solidaritas di depan gedung Wisuda Budaya, Jalan R Soeprapto, Purwodadi, Grobogan, Selasa (11/4) siang. Sejumlah poster dibawa aktivitas tersebut. Bunyinya “Seret pelaku kekerasan Novel Baswedan”, “Usut tuntas pelaku kekerasan Novel Baswedan” dan “Save KPK”.

Koordinator Aksi, Ulil Nur Huda mengatakan, aksi tersebut dilatari keprihatinan terkait penyiraman air keras terhadpah salah satu penyidik KPK.

“Kami sedih dan prihatin atas intimidasi yang dialami Novel Baswedan. Aksi ini digelar secara spontan untuk mendukung KPK agar tidak surut meski anak buahnya diintimidasi,” ungkapnya.

No comments

Powered by Blogger.