Header Ads

http://www.bankdki.co.id/en/product-services/layanan/modern-banking/jakone-mobile-bank-dki

Awas Bahaya Stunting Mengintai

NASIONAL
Setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan persoalan stunting harus diperhatikan, pemerintah harus bereaksi cepat untuk menanggulanginya. Stunting terkait dengan perkembangan generasi penerus bangsa. 

Jakarta - Masa depan suatu bangsa dipengaruhi bagaimana pembangunan manusianya. Apabila manusianya baik, tentu masa depan bangsa itu akan baik pula. Begitu pula sebaliknya, apabila manusia kondisinya memprihatinkan, maka masa depan bangsa itu pun begitu mengkhawatirkan. 

Salah satu yang mengkhawatirkan adalah bagaimana perkembangan anak di negara itu. Pasalnya, anak perkembangannya begitu penting, lantaran dialah nanti yang memegang tongkat estafet pembangunan bangsa dan negara. 

Persoalan perkembangan anak, di Indonesia dapat dikatakan masih mengkhawatirkan. Salah satunya adalah persoalan tumbuh kembangnya. Persoalan yang mempengaruhi tumbuh kembangnya adalah persoalan gizi. 

Nah, di Indonesia, masih cukup mengkhawatirkan jumlah anak yang menderita gizi buruk sehingga pertumbuhannya mengkhawatirkan. Bila ini terjadi, anak itu pertumbuhannya terganggu seperti tubuhnya pendek, dan kecerdasannya juga terganggu. Anak yang tubuhnya pendek ini dikenal dengan stunting. 

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek. Penderita stunting umumnya rentan terhadap penyakit, memiliki tingkat kecerdasan di bawah normal serta produktivitas rendah. Tingginya prevalensi stunting dalam jangka panjang akan berdampak pada kerugian ekonomi bagi Indonesia.

Prevalensi stunting Indonesia berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2016 mencapai 27,5 persen. Menurut WHO, masalah kesehatan masyarakat dapat dianggap kronis bila prevalensi stunting lebih dari 20 persen. Artinya, secara nasional masalah stunting di Indonesia tergolong kronis, terlebih lagi di 14 provinsi yang prevalensinya melebihi angka nasional.

Penyebab dari stunting adalah rendahnya asupan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak janin hingga bayi umur dua tahun. Selain itu, buruknya fasilitas sanitasi, minimnya akses air bersih, dan kurangnya kebersihan lingkungan juga menjadi penyebab stunting. Kondisi kebersihan yang kurang terjaga membuat tubuh harus secara ekstra melawan sumber penyakit sehingga menghambat penyerapan gizi.

Stunting dapat dicegah, antara lain melalui pemenuhan kebutuhan gizi bagi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan kemudian dilanjutkan dengan MPASI. Orang tua juga diharapkan membawa balitanya secara rutin ke Posyandu, memenuhi kebutuhan air bersih, meningkatkan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan. 

No comments

Powered by Blogger.