Header Ads

http://www.bankdki.co.id/en/product-services/layanan/modern-banking/jakone-mobile-bank-dki

Pemkab Lebak Bersama Kemendikbud Lestarikan Budaya Lokal

Lebak -  Pemerintah Kabupaten Lebak menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengembangkan kebudayaan lokal sebagai aset bangsa.

"Kami berharap kerja sama ini berdampak positif terhadap percepatan pembangunan daerah," kata Bupati Lebak Iti Octavia dalam siaran persnya di Lebak, Selasa,

Dalam kerja sama itu disaksikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi dan Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid.

Pemerintahan Kabupaten Lebak mengembangkan kebudayaan dengan mengenalkan sejarah kepada dunia melalui "Festival Multatuli" yang dilaksanakan 6-9 September 2018.

Kegiatan festival itu di antaranya menggelar seni teater, bedah buku, puisi, menyusuri jejak Multatuli, lukis dan karnaval kerbau.

"Kami mengenal kebudayaan sejarah Kabupaten Lebak agar mendunia melalui Museum Multatuli itu," katanya.

Menurut Bupati, Museum Multatuli bagian sejarah kelam masyarakat Kabupaten Lebak pada zaman Belanda.

Max Havelaar, seorang Asisten Residen Lebak 1850 yang melihat penindasan terjadi kaum bumi putra di daerah Kabupaten Lebak, mereka diperas oleh para mandor, para demang, dan para bupati.

Mereka keluarga para kuli tinggal di desa-desa sekitar perkebunan secara melarat dan ditindas dengan diperlakukan kurang adil oleh para petugas pemerintah setempat.

"Saya kira museum Multatuli sebagai sejarah budaya kelam yang dialami masyarakat Lebak," ujarnya.

Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan kerja sama itu untuk mengembangkan kebudayaan karena menjadi bagian penting yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah daerah.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan bidang kebudayaan untuk bersama-sama memperbaiki dan meningkatkan kualitas tata kelola kebudayaan, baik dari sisi kualitas, manajemen, maupun tindakan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membentuk sebuah "platform" yang diberi nama Indonesiana.

"Indonesiana adalah sebuah platform kegiatan kebudayaan yang nantinya akan digarap bersama-sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah," katanya.

No comments

Powered by Blogger.