Header Ads

http://www.bankdki.co.id/en/product-services/layanan/modern-banking/jakone-mobile-bank-dki

Airlangga dan Mekeng Disebut Ikut Rapat Bahas Proyek PLTU Riau-1

Jakarta - Kasus korupsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 mulai mengait nama-nama besar. Bak kotak pandora, satu per satu nama pun keluar dari kesaksian pihak-pihak yang terjerat.

Adalah Fadli Nasution, kuasa hukum tersangka mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih, yang mengungkapkan bahwa Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengikuti pertemuan pembahasan proyek PLTU Riau-1 bersama para pihak yang kini menjadi tersangka kasus suap proyek bernilai USD900 juta tersebut.

Fadli mengungkapkan pertemuan pembahasan proyek itu dilaksanakan sesaat setelah Airlangga menduduki posisi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto. Pertemuan dilakukan dikediaman pribadi Airlangga.

“Setelah Pak AH menjadi Ketum Golkar, diadakan pertemuan di rumah pribadi pak AH (Airlangga Hartarto),” ujar Fadli, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (26/9).

Fadli mengatakan, pertemuan itu dihadiri Eni Maulani Saragih, mantan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham, serta pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo.

Selain tiga orang yang kini menjadi tersangka, lanjut Fadli, pertemuan itu juga dihadiri Ketua Fraksi Golkar Melchias Marcus Mekeng.

Sebagaimana teleh kita ketahui, Mekeng beberapa hari yang lalu juga sempat menjalani pemeriksaan KPK untuk kasus ini.

“Hadir dalam pertemuan itu Pak AH, Mekeng, Idrus, Bu Eni dan Pak Kotjo,” kata Fadli sebagaimana dikutip oleh Aktual.

Fadli belum mengungkapkan apa isi pembicaraan pada pertemuan tersebut. Meskipun demikian, dia mengungkapkan bahwa pertemuan itu sengaja dilakukan sebagai upaya kepentingan Kotjo pada proyek milik PT PLN itu.

“Pastinya kepentingan Kotjo yang dibahas di situ (pertemuan Airlangga) karena belum tuntas kontraknya, mengingat Pak SN sudah tidak lagi ketum Golkar,” ujarnya.

Pada kasus ini  KPK telah menetapkan Eni, Kotjo, dan Idrus sebagai tersangka suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Eni dan Idrus diduga bersama-sama menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Total uang yang diterima Eni secara bertahap dari Kotjo sebesar Rp6,25 miliar.

No comments

Powered by Blogger.