Header Ads

http://www.bankdki.co.id/en/product-services/layanan/modern-banking/jakone-mobile-bank-dki

MAKI Serahkan Bukti Kasus Century ke KPK

Aksi demonstrasi mahasiswa menuntut penuntasan kasus Century. (Foto:VOAIndonesia)
Jakarta - Menjelang pemilihan presiden, Kasus Bank Century kembali naik daun. Kasus yang timbul tenggelam ini beberapa waktu lalu sempat menyeruak ke permukaan, terlebih ketika media asing menyorotnya. Meski akhirnya berita di media itu dihapus, namun imbasnya di tanah air kian terasa panas.

Setidaknya hal ini dapat dirasakan ketika Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, dan Nadia Mulya, mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menyambangi KPK untuk menyerahkan dokumen bukti kasus Century. Mereka berharap agar penuntasan kasus Century segera cepat terlihat titik terangnya.

Perlu diketahui, Nadia Mulya merupakan anak pertama mantan Deputi Bank Indonesia, Budi Mulya, terpidana kasus Century. Menurut Boyamin, bukti tersebut perlu diserahkan kepada KPK untuk kepentingan MAKI dalam memperkuat Preperadilan yang didaftarkan di Pengadilan Negeri Pusat Jakarta Pusat.

MAKI mengajukan praperadilan kasus Century melawan KPK dan mendesak penetapan tersangka Boediono dkk telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat diregister nomor perkara : 16/Pid.Prap/2018/PN. Jkt. Pst. "Biasanya sidang pertama paling cepat dua minggu kedepan," katanya.

Sementara, keluarga mantan Deputi Bank Indonesia, Budi Mulya meminta KPK mematuhi putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Dalam putusan tersebut, PN Jaksel mengabulkan gugatan praperadilan MAKI terkait tindak lanjut penanganan kasus Century.

Dalam putusannya, PN Jaksel memerintahkan KPK untuk melanjutkan pengusutan kasus Century dan menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede dan kawan-kawan.

Yang menjadi misteri adalah, bukti yang akan diserahkan Boyamin dan Nadia Mulya. Namun sumber di kalangan pegiat anti korupsi menyebutkan bahwa bukti itu adalah copy audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait bailout Bank Century. Sedangkan keterlibatan Nadia Mulya di dalamnya merupakan bagian dari upaya keluarga Budi Mulya mencari keadilan.

"Dia merasa ayahnya menjadi tumbal dalam kasus Century," kata sumber itu. Sebelumnya, Boyamin dan Nadia telah mendatangi KPK pada April lalu, menyerahkan keputusan Pengadilan yang memerintahkan KPK melanjutkan pengusutan dan penetapan Budiono dkk sebagai tersangka.

Sedangkan Boyamin sendri, tiga minggu yang lalu telah mendatangi KPK. "Aku menanyakan perkembangan penanganan perkara Century," kata Boyamin. Jawaban KPK tidak memuaskan.

"Perkara masuk penindakan, namun ketika aku kejar apa sudah tahap penyidikan dalam bentuk menetapkan tersangka ternyata tidak bisa dijawab. Sehingga aku memaknai belum ada penyidikan penetapan tersangka sehingga aku kemudian ajuin praperadilan," urainya.(GT/AR)

No comments

Powered by Blogger.