Header Ads

http://www.bankdki.co.id/en/product-services/layanan/modern-banking/jakone-mobile-bank-dki

ICW Harapkan KPK Tindaklanjuti Hasil Investigasi Indonesialeaks

Terdakwa Ng Fenny dan Basuki Hariman saat sidang kasus suap impor daging. (Foto:tempo)
Jakarta - Senin (8/10) di Kantor LBH Pers ada kegiatan penting dan bisa membuat heboh negeri ini. Pada kesempatan itu, peneliti senior ICW Lais Abid menilai apa yang dilakukan Indonesialeaks ini cukup efektif untuk memperoleh informasi dan data yang valid.

Hasil investigasi tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi bagi KPK untuk mengusut tuntas adanya kasus impor daging yang melibatkan mantan hakim konstitui Patrialis Akbar dan pihak swasta Basuki Hariman yang membuat heboh di 2017 lalu.

Lebih lanjut Abid mengungkapkan, hasil investigasi soal adanya dua penyidik KPK yang berasal dari Kepolisian yang diduga merubak barang bukti berupa laporan keuangan. Namun, tindakan yang masuk ranah pidana tersebut hanya dianggap melanggar kode etik. Malahan ketika dikembalikan ke Kepolisian dua penyidik itu mendapatkan promosi jabatan.

Disebut-sebut oleh hasil investigasi Indonesialeaks, dalam barang bukti berupa laporan keuangan itu ada bukti sejumlah aliran dana kepada petinggi-petinggi Kepolisian. Abid pun menandaskan, seharusnya kasus perusakan barang bukti tersebut dibawa ke ranah pidana, karena termasuk menghalang-halangi penyelidikan kasus korupsi.

Kasus serupa, lanjut Abid, pernah terjadi sepuluh tahun silam. Tepatnya pada saat penanganan kasus PT Industri Sandang Nusantara. Pada kasus tersebut, penyidik dari Kepolisian yang bernama Suparman dihukum pidana 8 tahun penjara karena terbukti melakukan pemerasan terhadap saksi.

Sementara itu Direktur LBH Pers, Nawawi Bahrudin mengatakan, hasil investigasi dari media yang bekerjasama dengan Indonesialeaks seyogianya menjadi modal utama aparat penegak hukum untuk menindaklanjutinya. Akankah KPK berani untuk mengusut tuntas hal tersebut, kita tunggu saja. (HLM)

No comments

Powered by Blogger.