Header Ads

http://www.ipctpk.co.id/

Operasi Patuh Lalin 2019 Resmi Digelar Selama 14 Hari

Kegiatan apel pasukan di Lapangan Mako Mapolres Morotai, Kamis (29/8). Operasi Patuh 2019 resmi digelas selama 14 hari. Foto : Ist.
MOROTAI - Untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat pengguna jalan raya, Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Pulau Morotai menggelar OPERASI KIERAHA TAHUN 2019. Apel pasukan untuk menandai dimulaikan operasi itu digelar pada Kamis (29/8) pagi di lapangan Mako Mapolres Morotai, Kecamatan Morotai Selatan.

Wakil Kepala Polres Pulau Morotai Kompol drh. Dedy Wijayanto langsung memimpin apel pasukan dan membuka operasi yang bertemakan "Meningkatakan Kamseltibcarlantas dan Kepatuhan Masyarakat Terhadap Hukum dan Peraturan UU Lalu Lintas" itu. Selain itu kegiatan itu diikuti juga oleh Kasatlantas Polres Pulau Morotai AKP Dani Marimbunga, Kabagdukops Polres Pulau Morotai AKP Didik CB dan personel Polres Pulau Morotai.

Dalam sambutannya, Wakapolres Kompol drh. Dedy Wijayanto mengatakan, permasalahan di bidang lalu-lintas dewasa ini telah berkembang dengan cepat dan dinamis, tentu hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk di suatu wilayah.

Oleh karena itu, lanjut Dedy, dari segi keselamatan sangat membahayakan manakala tingkat emosional pengemudi atau pengendara tersebut belum stabil dan rata-rata pengemudi atau pengendara dari segi pemahaman tentang aturan dan disiplin dalam berlalu lintas masih rendah.

Dedy juga menyebut, pelaksanaan Operasi Patuh Kieraha tahun 2017 dan tahun 2018 lalu. Data menunjukkan kejadian laka lantas mengalami peningkatan sebanyak 10 kasus, dari 6 kasus di tahun 2017 menjadi 16 kasus ditahun 2018, korban meninggal dunia meningkat sebanyak 6 kasus, dari 2 kasus di tahun 2017 menjadi 8 kasus ditahun 2018, korban luka berat meningkat sebanyak 5 kasus, dari 4 kasus di tahun 2017 menjadi 9 kasus ditahun 2018, korban luka ringan meningkat sebanyak 41 kasus dari 4 kasus di tahun 2017 menjadi 45 kasus ditahun 2018.

“Jumlah pelanggaran lalu lintas operasi patuh tahun 2018 sejumlah 3,633 pelanggaran meningkat 2 persen dari tahun 2017 sebanyak 3,552 pelanggaran dengan jumlah tilang sebanyak 2,662 pelanggaran dan teguran sebanyak 971 pelanggaran,” kata Dedy.

Setelah dilakukan evaluasi, pelanggaran lalu-lintas didominasi pengguna sepeda motor yang tidak menggunakan helm saat berkendara, melawan arus serta tidak memiliki kelengkapan surat-surat berkendara. Sedangkan untuk ranmor roda empat melanggar penggunaan safety belt dan pelanggaran terhadap rambu atau marka jalan.

Lebih lanjut Dedy mengutarakan, operasi patuh tersebut dilaksanakan selama 14 hari yang dilakukan serentak seluruh Indonesia. “Polri telah menetapkan kalender operasi patuh tahun 2019 yang akan dilaksanakan selama 14 hari dimulai dari tanggal 29 sampai dengan 11 september 2019 secara serentak di seluruh Indonesia,” tandasnya.(LIL)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.