Header Ads

http://www.ipctpk.co.id/

Penganiaya Wartawan di Kabupaten Kaur Bengkulu Hanya Divonis 1 bulan Penjara

Aprin T. Yanto Wartawan Berita Hukum yang dianiaya. Foto : Siingap
BENGKULU - Proses hukum terhadap kasus penganiayaan salah satu wartawan media online di wilayah hukum Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu akhirnya masuk dalam tahapan putusan. Hakim Pengadilan Negeri Kelas II Bintuhan Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu, pada Rabu (14/8) menjatuhkan vonis kepada Hendro Pratama, terdakwa pelaku Penganiyaan, kepada Aprin T Yanto seorang wartawan media online dengan 1 bulan kurungan penjara.

Menurut Humas Pengadilan Negeri Bintuhan sekaligus Hakim Frif Erlangga, SH mengatakan, bahwa sebagai dasar utama dalam memutuskan terhadap pelaku Penganiyaan selalu merujuk pada fakta di persidangan, antara lain:

1. Memastikan adanya penganiyayaan terhadap korban yang dibuktikan dari hasil visum dari dokter.

2. Adanya bukti perdamaian diantara pelaku dengan korban, sehingga ini menjadi dasar dalam memutuskan 1 bulan putusan, terkait perdamaian itu dalam kondisi terpaksa atau tidak, Hakim tidak menilai dari sana.

3. Dakwaan dalam kasus ini sepatutnya tunggal yaitu pasal 351 KUHP, tidak ada pasal lain yang menjadi pertimbangan lainnya.

"Hakim dalam memutuskan sebuah perkara tidak terpengaruh terhadap pembicaraan sisi lain diluar persidangan, sehingga keputusan yang diambil memiliki azaz keadilan. Tapi, pelaku dipastikan ditahan 1 bulan penjara, dikurang masa tahanan. sebelum seluarga pelaku meminta penangguhan dahulu, yang jelas pelaku sudah inkrah dengan terbukti sudah menjadi narapidana," pungkas hakim Frif, dengan awak media di ruang humas Pengadilan Negeri Bintuhan.

Sementara, Arsis Barwi, SH dari Masyarakat Peduli Hukum di Kaur memberikan komentar terkait putusan kasus Penganiyaan tersebut dengan Jaksa Penuntut Umum sekaligus yang menjabat Kasi Pidum di Kejaksaan Negeri Kaur yakni Iwan Setiadi, SH.

Arsis menyayangkan dari proses tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang hanya 2 bulan tuntutan, yang merujuk pasal 351 KUHP. Ia mengatakan, semestinya pelaku layak dituntut minimal 1 tahun.

"Dengan Hakim memutuskan 1 bulan penjara artinya ini patut dipertanyakan akan hasil akhir peristiwa Penganiyaan ini, yang jauh dari keadilan bagi masyarakat," ungkap Arsis.

Arais juga menambakan, analisa hukumnya, memang sulit penegak hukum seperti Jaksa mau menuntut berapa pada pelaku, kalau pelaku sendiri disinyalir famili Jaksa itu sendiri.

Sebagaimana diketahui, saat bulan suci Ramadhan lalu, salah satu wartawan Media Online BeritaHUKUM.com di wilayah kerja di Kabupaten Kaur bernama Aprin T Yanto, SE (36) pada, Selasa (14/5/2019) lalu, sekira pukul 12:02 WIB dibogem sebanyak 2 kali oleh oknum yang diduga kuat sebagai ajudan Bupati Kaur Gusril Pausi yang bernama Hendro Pratama. Kejadian tepatnya di kantor Pemda lantai 3 pada ruang tunggu Bupati Kaur.

Saat korban tersebut ingin meminta izin untuk bertemu Bupati Kaur untuk melakukan konfirmasi terkait pembangunan rumah dinas Bupati Kaur yang baru, dengan anggaran mencapai lebih kurang Rp.60 milyar, namun terlihat ada bagian bangunan yang rusak.

Sumber : Berita Hukum

No comments

Powered by Blogger.