Header Ads

http://www.ipctpk.co.id/

Kebakaran Lahan Kembali Terjadi, Ratusan Tanaman Milik Petani Ludes Terbakar

Kebakaran kembali terjadi Jum'at (20/9) siang di lahan trans SP1, Morotai. Foto : Halil
MOROTAI- Pulau Morotai dalam sebulan ini terhitung kebakaran lahan sudah puluhan kali terjadi dan telah menghanguskan puluhan hektar lahan. Sebagian lahan merupakan lahan produktif yng di dalamnya terdapat ragam jenis tanaman. Sebutlah, tanaman cengkih, pala, pisang dan kelapa. Kondisi ini begitu menyedihkan, lantaran pemerintah kabupaten masih belum mengetahui penyebab maupun pelaku pembakaran lahan itu.

Pada Jum'at (20/9) siang ini, kebakaran kembali terjadi hari ini di Trans SP 1 yang kini telah menjadi Desa Morodadi. Namun, lagi-lagi penyebabnya masih dicari.

"Seharusnya, hal tersebut segera dilaporkan ke Polisi karena menimbulkan kerugian pemilik lahan, sehingga Polisi melakukan olah TKP agar mengetahui kebakaran ini faktor alam atau kesengajaan manusi. Bila ini ulah manusia, maka Polisi segera menindaknya agar ada efek jera bagi yang lain. Karena kebakaran sudah berulang terjadi tetapi tidak tau sebabnya, inikan tidak becus," ungkap sejumlah warga Desa Morodadi, Jumat (20/9) sore.

Kebakaran lahan dan tanaman di Desa Morodadi merupakan lahan milik Ikram Taba, penduduk setempat. Hal tersebut disampaikan Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Pulau, Marwan Sidasi, melalui WhatsApp, Jumat (20/9), kepada media ini.

Ia menjelaskan, pada Jumat siang sekitar pukul 12.10 WIT menerima laporan dari warga setempat terjadi kebakaran lahan kebun di SP 1 Desa Morodadi, Kecamatan Morotai Selatan.

"Tim Damkar langsung meluncur ke TKP dan melakukan pemadaman, memakan waktu kurang lebih 3 jam baru apinya dapat dipadamkan. Yakni, sejak jam 12.30 sampai jam 15.45 WIT," terang Marwan

Disebutkan, kebakaran lahan seluas sekitar 7 hektar tersebut, telah menghanguskan ratusan tanaman pohon cengkih, pohon pala dan pohon kelapa milik Ikram Taba

"Penyebab kebakaran juga masi dalam dugaan bahwa ada unsur kesengajaan manusia, sesuai keterangan warga," ungkapnya.

Ketika ditanya, apakah kejadian yang berulang kali ini sudah dilaporkan ke pimpinan tertinggi dan pihak berwajib agar ada tindakan pencegahan?

Marwan, mengakui bukan kewenangan dia. Dirinya mengakui hanya bertugas melakukan pemadaman.

"Saya tidak punya kewenangan itu, tugas saya melakukan pemadaman dan hanya melapor ke atasan saya Kasatpol PP. Soal ke Bupati dan pihak berwajib itu wilayah Kasatpol PP. Semoga pimpinan saya secara resmi telah melapor sehingga ada langkah langkah pencegahan, agar tidak ada lagi warga masyarakat yang dirugikan dengan kejadian ini." Tangkisnya. (LIL)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.