Header Ads

http://www.ipctpk.co.id/

Morotai akan Dibangun sebagai Kota Moderen dan Ramah Lingkungan

Rombongan Pemkab Morotai yang mengikuti event CIFIT di China. Foto : Halil.
MOROTAI-Kabupaten Pulau Morotai terdiri atas 5 Kecamatan dan 88 Desa dengan luas wilayah 2.476,00 km² dan jumlah penduduk sekitar 74 ribu jiwa. Pulau yang terletak di bibir Pasifik ini memiliki keindahan tersendiri. 

Memiliki segudang sejarah dari Perang Dunia II membuatnya dijuluki sebagai, “Mutiara di Bibir Pasifik”. Di bagian utara pulau ini berbatas dengan Filipina, di bagian timurnya adalah Samudera Pasifik.

Pulau yang terletak di Utara Pulau Halmahera ini juga memiliki beberapa pantai dengan pemandangan memukau, sebutlah Army Dock, Nunuhu, Tanjung Gorango, Pulau Tabailenge dan yang mendunia Pulau Dodola, dibarengi oleh rahasia keindahan bawah laut yang menyimpan misteri.

Sebagai salah satu tujuan wisata dunia, Morotai akan dibangun sebagai kota yang moderen dan ramah lingkungan.
Memiliki banyak potensi unggulan, membuat pertama kalinya pemerintah Kabupaten Pulau Morotai hadir pada event CIFIT 2019, di Kota Xiamen, Provinsi Fujian, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada Minggu, 8 September 2019 lalu. China International Fair for Investment & Trade (CIFIT) adalah event promosi investasi internasional terbesar di dunia.

Kehadiran Tim Morotai yang dipimpin oleh Wakil Bupati, Asrun Padoma, mewakili Bupati Morotai, Benny Laos, bersama Staf Khusus Kerja Sama Internasional, Semuel Samson, Asisten-III Bidang Ekonomi, Ida Arsyad, Kepala Dinas Perikanan, Suryani Antarani, dan Kepala Kantor Penghubung, Monalisa Hairuddin, memenuhi undangan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou dan mitra bisnis Shenzhen Fountain Corporation berhasil membangun keselamatan penjajakan di tiga sektor itu.

Pekan silam, di ruang kerjanya, Wakil Bupati Asrun Padoma mengisahkan, setelah tim Morotai  menginjakkan kaki di kota Xiamen China, betapa kagum diri mereka atas kondisi kota tersebut yang penuh dengan penghijauan, sejuk, bersih walaupun di kelilingi gedung gedung pencakar langit.

"Setelah melihat kota Xiamen, saya berkeinginan Morotai jadi sister city (kota kembar) dibangun seperti kota Xiamen sangat moderen tetapi ramah lingkungan," pungkasnya

"Pada Oktober bulan depan, Duta Besar RI untuk RRT dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, akan ke berkunjung ke Morotai mendampingi mitra bisnis Shenzhen Fountain Corporation. Kedatangan mereka ke Morotai untuk melihat langsung potensi apa saja yang dimiliki pulau morotai untuk digarap membangun Morotai," sambung putra Sakita Morotai Utara ini.

Niatnya, kata Asrun, cenderung membangun Morotai sebagai Sister City Xiamen. Untuk menghargai bupati Morotai sebagai generasi ke-6 dari kota tersebut, saya akan sampaikan ini ke Bupati.

Morotai akan dibangun sebagai sister city dari Xiamen di China.
"Banyak hal yang dapat kita contohi dari kita Xiamen. Salah satunya sistem pembayaran non tunai. Karena di Xiamen semuanya di lakukan dengan Bar-Code. Kedua sebagai kota hijau (green city), ketiga kedisiplinan yang sangat tinggi. Jadi banyak hal positif yang dapat kita ambil dan terapkan di Morotai," tegas Asrun

Disebutkan, bahwa Fontain adalah perusahan bonafit di china yang bergerak di berbagai sektor. Terutama sektor pariwisata, untuk itu kami MoU dengan mereka agar menjejaki morotai. Bila penjejakan ini menghasilkan kerjasama lebih lanjut maka Morotai akan go internasional.

"Karena Morotai menjadi bahan perbincangan di forum pameran internasional CIFIT 2019 di China. Selain itu, Morotai berada di poros perdagangan dunia. Karena dari China ke Morotai hanya 3,5 jam, lebih jauh China-Jakarta ditempuh dengan pesawat 5 jam. Demikian juga dengan sejumlah negara lainnya. Bila kerja sama ini terwujud maka, kita akan buka direct flight dari  Xiamen ke Morotai," terangnya.

Sementara Kepala DKP Suriani Antarani, yang turut bersama Wakil Bupati ke Xiamen, saat dihubungi secara terpisah mengatakan, Selama 4 hari berada di xiamen kesan saya kotanya sangat sejuk, bersih, aman, nyaman terutama penataan kota dan taman yg sangat indah.

"Tidak ada kebisingan kendaraan, lalu lintasnya  tertib, tidak ada polusi dari kendaraan bermotor, karena untuk kendaraan roda 2 yang dipakai adalah motor listrik dan jumlah kendaraan roda 4 juga dibatasi, disebabkan kendaraan untuk fasilitas umum sudah sangat memenuhi standar pelayanan yang dibutuhkan," kisahnya.

Selain itu, kata Kadis berkinerja baik ini, masyarakatnya sangat patuh terhadap aturan yang di tetapkan pemerintah. Aspek pelayanan sudah sangat memudahkan masyarakat, salah satunya yaitu dalam hal transaksi pembayaran sudah melalui sistem barcode. Bahkan, sampai ke tingkat pengamen pun di bayar pakai barcode. 

"Xiamen Kota inspiratif. Karena semuanya yang dimiliki sangat mendukung pariwisatanya menjadi kelas dunia di Kota Xiamen. Semoga Morotai bisa seperti Xiamen." Pengennya.(LILO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.