Header Ads

http://www.ipctpk.co.id/

Rawan Banjir, Warga Ngurenrejo Desak Pemkab Lakukan Pengerukan Sungai


Kondisi sungi di Desa Ngurenrejo yang terjadi pendangkalan dan kurang terurus, sehingga rawan banjir. Warga mendesak agar Pemkab Pati memperhatikan kondisi ini. Foto : Wisnu
PATI - Masyarakat Desa Ngurenrejo Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati Jawa Tengah mendesak kepada Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk segera melakukan pengerukan tanah di sungai Ngurenrejo.

Sungai yang ada di sepanjang desa apabila tidak segara dilakukan pengerukan, dikawatirkan air akan meluap ketika musim penghujan dan akan membanjiri perkampungan warga.

"Saat ini memang masih tandus, karena kemarau yang panjang, tapi ketika hujan turun, dan belum dilakukan pengerukan, maka dipastikan akan rawan banjir,"Ungkap Warsito, salah satu warga Ngurenrejo Jumat (20/9/2019).

Selain rawan banjir yang memasuki perkampungan warga, Kata Warsito, dikawatirkan air yang meluap nantinya juga akan membanjiri sawah-sawah petani, dan akan merusak tanaman. Pasalnya, Sungai yang ada di sepanjang desa ngurenrejo apabila terjadi hujan, untuk aliran sungai mudah meluap, apalagi dengan kondisi tanah yang padat dan harus dilakukan pengerukan.

"Ini kalau tidak dikeruk, saya pastikan banyak warga yang akan mengalami musibah banjir, karena memang sungai itu mudah meluap disaat hujan turun," cetusnya.

Hal senada juga disampaikan Karsiman, pihaknya menyesalkan langkah Pemerintah Desa (Pemdes), yang kurang tanggap untuk menyikapi hal itu, padahal seharusnya Pemdes bisa segera menindak lanjuti untuk segera dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten, jangan sampai masalah yang terjadi diabaikan, dan nantinya masyarakat yang dirugikan.

"Masalah ini kalau memang tidak segera ditindak lanjuti, maka kami bersama warga akan menanyakan langsung ke Pemdes, kalau perlu akan kita sampaikan ke Bupati, dan DPRD Pati agar ada tindak lanjut, karena ini berkaitan dengan kepentingan warga, dan kondisinya juga sudah mengkhawatirkan,"ancam Karsiman.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Ngurenrejo Sudiyono ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa sungai yang ada di Desa Ngurenrejo butuh alat berat untuk dilakukan pengerukan rotasi tanah yang sudah mengalami pemadatan, apabila itu tidak segera ditindak lanjuti, maka dikawatirkan air akan meluap ketika musim penghujan.

"Memang postur tanahnya sudah mulai padat, dan apabila itu dibiarkan maka dipastikan air akan meluap sampai pemukiman warga dan sawah petani," ujarnya.

Meski begitu, lanjutnya, pihaknya memohon masyarakat agar bisa bersabar untuk mencarikan solusi pengerukan tanah yang ada di sepanjang sungai, bahkan dari Pemdes juga sudah berupaya untuk mengajukan permohonan ke DPUTR untuk membantu menurunkan alat berat, hanya saja masih menunggu, dan belum ada tindak lanjut.

"Saya sudah koordinasi dengan DPUTR, untuk membantu menurunkan alat berat, tapi masih dalam proses, bahkan masalah ini juga sudah saya sampaikan ke Bupati, hanya saja Bupati meminta agar bersabar dulu, dan berharap akan segera ditindak lanjuti," kata Sudiyono. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.