Header Ads

http://www.ipctpk.co.id/

Tarik Ulur Pengganti Sandi di DKI-2

Gubernur Anies Baswedan berharap agar DPRD baru perode 2019-2024 agar segera mencari pengganti Sandiaga Uno di kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Foto : Ist.
JAKARTA - Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden telah usai. Namun, nasib pengganti Sandiaga Shalahudin Uno di kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta masih belum menemui titik terang.

Sampai habis periode DPRD 2014-2019 tak kunjung menghasilkan figur-figur pengganti Sandi. Panitia khusus (Pansus) yang dibentuk untuk pemilihan Wagub DKI pun  sudah bubar. Namun, tetap saja, Anies Baswedan masih jomblo dalam memimpin DKI Jakarta.

Proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini harus menunggu lagi DPRD 2019-2014. Panitia khusus pun akan dibentuk kembli oleh DPRD yang baru itu. Namun, sepertinya prosesnya tak bisa diburu-buru. Mekanisme pembentukannya masih lama prosesnya.

"Pansus harus terbentuk lagi. Karena Pansus yang lama itu bukan secara otomatis, karena banyak yang tidak menjadi anggota Dewan lagi. Pansus itu baru bisa terbentuk ketika fraksi sudah terbentuk," ujar anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi, Rabu (11/9).

Untuk membentuk Pansus, tambahnya, alat kelengkapan dewan (AKD) juga harus tersedia dulu. Selain itu, masih banyak tahapan bagi DPRD DKI untuk membentuk pimpinan DPRD DKI periode 2019-2024.

"Fraksi kan bukan alat kelengkapan dewan. Di fraksi-fraksi nanti mereka musyawarah, baru terbentuk AKD, siapa saja yang duduk di situ. Kemudian, bisa ditindaklanjuti untuk ke Pansus. Tapi juga harus menunggu pimpinan definitif. Lalu, pimpinan definitif mengirim surat kepada fraksi-fraksi untuk mengirimkan perwakilannya untuk terbentuknya Pansus," urainya.

Tahapan terakhir dari Pansus yakni membentuk panitia pemilihan (panlih). "Habis itu, segera ada rapimgab (rapat pimpinan gabungan). Proses berikutnya adalah di Balai Kota atau Paripurna, untuk mengesahkan tatib. Setelah disahkan tatib, Pansus itu bubar. Habis itu dibuatkan panlih. Panlih itulah yang nanti akan menjalankan proses pemilihan wagub dari cawagub dan berdasarkan tatib," tuturnya.

Adapun mekanisme waktu pemilihannya, Pansus dapat mengagendakan. Pansus lama saat itu mengagendakan rapat paripurna pada tanggal 22 Juli 2019 lalu.

"Tapi kan tidak berjalan dengan normal karena terkendala di rapimgab. Jadi mestinya nanti salah satu yang harus dilakukan oleh Pansus adalah memibikin plan tablenya sampai kepada Paripurna, sehingga ada targetnya," ucap dia.

Suhaimi pun mengharapkan Pansus baru yang terbentuk nanti bisa lebih cepat memproses pemilihan Wagub DKI. Pasalnya, sudah setahun lebih Anies Baswedan bekerja seorang diri memimpin DKI Jakarta.

"Harapan saya, Pansus yang baru itu nanti bekerja secara efektif, memanfaatkan hasil yang kemarin dikerjakan oleh Pansus lama. Meskipun belum disahkan," pungkasnya.

Harus Menjadi Prioritas DPRD Baru

Setahun lebih Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bekerja seorang diri tanpa didampingi wakil gubernur. Anies pun tak menyangka bahwa dirinya akan "menjomblo" begitu lama.

Kepada para anggota dewan yang baru dilantik, Anies berharap dapat memasulkan agenda pemilihan wagub DKI pada awal kepemimpinan mereka.

"Saya berharap mudah-mudahan nanti dewan memasukkan agenda pemilihan wakil gubernur sebagai salah satu agenda awal di masa tugasnya," katanya.

Karena, lanjut Anies, dua nama sudah disampaikan kepada dewan. "Sekarang kita tunggu dewan memprosesnya lebih cepat lebih baik," tambah Anies.

Dia pun mengibaratkan kerja sendiri bagaikan permainan bulutangkis. "Dengan begitu nanti saya tidak main single terus main double kalau badminton tuh," tutupnya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sementara dari Fraksi Gerindra, Syarif menargetkan pemilihan Wagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno rampung pada akhir tahun 2019 ini.

Syarif juga mengungkapkan, bahwa partainya memasukan proses pemilihan pendamping Anies sebagai agenda kerja utama pada masa bakti 2019-2024. "Masuk prioritas, sebelum tutup tahun," kata Syarif ditemui di Kebon Sirih.

Dia menambahkan, guna menindaklanjuti pemilihan pengganti Sandiaga Uno setelah wakil rakyat DKI melengkapi alat kelengkapan dewan, seperti pengesahan pimpinan DPRD, ketua komisi, dan penunjukan ketua fraksi masing-masing partai.

"Alat kelengkapan sudah terbentuk, tatib sudah terbentuk, baru mulai lagi, jadi kalau ditanya kapan ya saya sering jawab kejar ini dulu baru jalan," tuturnya.(TS/RED)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.