Header Ads

http://www.ipctpk.co.id/

Bupati Hendrata Thes Resmikan Panen Raya di Sawah Warga Binaan Lapas Kelas IIB Sanana

Bupati Hendrata Thes menghadiri panen raya pagi di sawah milik Lapas Kelas II B Sanana, Rabu (23/10). Foto : Ekhy Drakel
SANANA - Bupati Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Hendrata Thes menghadiri panen raya padi di sawah seluas 2793 meter persegi milik Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sanana, Rabu (23/10).

Pada kesempatan itu, Bupati Hendrata Thes memberikan apresiasi kepada Kepala Lapas Kelas IIB Sanana, Noveri Budi Santoso.Hendrata mengatakan, Kalapas telah membantu Pemerinta Daerah dalam memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Sula."Saya melihat waktu kegiatan Pemda itu ada juga pameran dari warga binaan dengan kerajinan tangan mereka,"Ungkapnya.

Hendrata menyampaikan, Pemda Kepsul terus berupaya untuk mendorong kemajuan daerah dari berbagai sektor,  terutama sektor pertanian.Oleh nya itu, melalui panen raya saat ini bisa merangsang petani yang ada di Kepsul untuk mengembangkan produksi pertanian.“Untuk mendorong ini, kita juga berkordinasi dengan Kampus IPB terkait pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, jadi kedepan kita berharap Kampus IPB juga dapat membantu terkait bibit padi yang lebih baik,” ujarnya.


Sementara itu, Kalapas Kelas IIb Sanana, Noveri Budi Santoso mengatakan, kegiatan pertanian merupakan salah satu kegiatan pembinaan yang dilakukan di Lapas Sanana selain kerajinan tangan (handry craft). Kegiatan pengembangan untuk warga binaan ini juga telah mendapat predikat sebagai Lapas produksi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM. Selain itu, program ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemda Kepsul baik dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa,” katanya.

Lanjut Noveri, untuk pengairan sawah, pihaknya menggunakan air sumur dengan bantuan pompa dari Pemda Kepsul melalui Dinas Pertanian. Selain pompa, dinas tersebut juga memberikan bibit. “Kegiatan ini sekaligus menepis stigma bahwa Lapas merupakan tempat para pelanggar pidana,” ujarnya.

Selain itu, Kadis Pertanian Idris Ahmad Baguna menuturkan, Dinas Pertanian memiliki program pengembangan lahan basah untuk tanaman jenis padi sawah. Untuk pengembangan itu, lanjut Idris, pihaknya menggandeng Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar untuk melalukan pemetaan perwilayahan komunitas pertanian. “Pemetaan ini terkait lokasi-lokasi yang biasa digunakan untuk membangun tanaman sesuai dengan wilayah yang sudah di petakan,” katanya sembari menambahkan pengembangan lahan basah telah tersebar di beberapa lokasi seperti di Kaporo dan Trans Modapuhi, halaman BPP, Fogi, halaman Isda dan Fukweu.(Edl).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.