Header Ads

http://www.ipctpk.co.id/

Dugaan Penyelewengan Dana Desa di Desa Aru Irian, Morotai

MOROTAI - Kapolres Pulau Morotai AKBP Mikhael P Sitanggang, SIK didampingi Kasat Reskrim IPTU Lewangga Y. P. Tandungan, S.IK., menggelar jumpa pers atas Kasus Dugaan Penggelapan Anggaran Desa Aru Irian Kecamatan Morotai Selatan Barat Pulau Morotai, yang dilakukan mantan bendahara desa (Bendes)-nya atas nama Rulianto Lahipe.

Sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 2 Ayat (1), dan atau Pasal 3, dan atau Pasal 8 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang
perubahan atas UU nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jumpa pers tersebut bertempat di ruang siaran pers Polres Morotai, Selasa, 15 Oktober 2019.

Kapolres Morotai AKBP Mikhael P Sitanggang SIK menjelaskan modus operandinya adalah pada tanggal 10 Mei 2019 pelaku selaku Pj. Kades Aru Irian Kecamatan Morotai Selatan Barat Kabupaten Pulau Morotai mendengar
bahwa bendahara Desa Aru Irian yaitu Rulianto Lahipe sudah tidak berada di Desa Aru Irian. Berdasarkan informasi tersebut maka pelapor bersama Sekretaris Desa yakni Agustinus Mandabayan melakukan pengecekan Rekening Kas Desa di Bank BRI dengan Nomor Rekening 522301015870534 dan saldo yang tersisa sejumlah Rp 38.069.452-. Sedangkan setahu pelapor masih ada anggaran Dana Desa yang belum dilaksanakan kegiatannya.

"Pelapor kemudian meminta pemblokiran Rekening Kas Desa Aru Irian karena  Rulianto Lahipe masih memegang buku Rekening Kas Desa Aru Irian." Ungkapnya.

Lanjutnya, kronologis kejadian pada tanggal 14 Maret 2019 Pemerintah Desa Aru Irian Kecamatan Morotai Selatan Barat Kabupaten Pulau Morotai mendapatkan
Pemasukan melalui Rekening Desa dari Anggaran Dana Desa (DD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp. 162.864.800.

Pada tanggal 20 Maret 2019  juga mendapatkan pemasukan dalam rekening Desa dari Anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD Kabupaten Pulau Morotai senilai Rp.73.114.167., sehingga tertanggal 20 Maret 2017 Anggaran Desa Aru Irian baik ADD dan DD yang berada di rekening Desa adalah senilai Rp. 235.979.535.

Kemudian pada tanggal 08 Mei 2019 Pemerintah Desa Aru mendapatkan pemasukan melalui rekening desa senilai Rp.36.557.083., Pada tanggal 10 Mei 2019 dikarenakan Rulianto Lahipe tidak juga ditemui di Desa Aru Iran maka Kepala
Desa dan Sekretaris Desa melakukan pengecekan saldo rekening Desa Aru Irian di Bank BRI dan setelah dicek
ternyata saldo yang tersisa di Rekening Desa Aru Irian tertanggal 10 Mei 2019 adalah tersisa senilai
Rp. 38.089.452.

Atas kejanggalan itu, PJ Kepala desa karena merasa ada kejanggalan terkait dengan sisa saldo di rekening desa kemudian melakukan pengecekan kepada M. Ikbal Alias Ongen yang merupakan Operator SISKEUDES, dan setelah dicek ternyata ada beberapa Pencairan Anggaran yang tidak diketahui Pj Kepala Desa, Kemudian PJ Kades membuat Laporan kepada pihak kepolisian.

Dari Hasil Penyidikan diketahui Pada tanggal 23 Maret 2019, 01 April 2019, 02 dan 03 Mei 2019  Rulianto Lahipe diduga melakukan Pencairan yang didukung dengan 23 (dua puluh tiga) Dokumen pencarian, dari dan pencairan pencairan tersebut hanya beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan dan dibiayai anggaran dari rekening Kas Desa Aru Irian dengan Total Pencairan Rp. 271.003 681.

Sehingga dari penyidikan juga ditemukan Fakta bahwa sebanyak Rp. 168.037.510 Anggaran diduga telah dicairkan Rulianto Lahipe namun tidak dilaksanakan kegiatannya.

Pada tanggal 27 Juni 2019 Penyidik Polres Kepulauan Talaud melakukan penangkapan terhadap tersangka yang berada di Pulau Marampit Kecamatan Marampit, Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan DPO (Daftar Pencarian Orang) yang dikirimkan oleh Penyidik Polres Pulau Morotai dan pada tanggal 28 Juni 2019 penyidik yang menangani perkara tersebut dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Pulau Morotai menjemput tersangka di Polres Talaud.

Dari hasil pemeriksaan tersangka, dia mengaku bahwa uang tersebut telah habis dimana dari jumlah tersebut beberapa
digunakan untuk keperluan pribadi sedangkan yang lain menurut pengakuan tersangka hilang di taman Kota pada saat yang bersangkutan dalam keadaan mabuk, namun tersangka sendiri tidak melaporkan kehilangan uang tersebut.

Dari hasil Penyidikan tim Tipikor polres Morotai telah dilakukan  penyitaan dari Saudara Derwin Tuanger 23  Rangkap Salinan Bukti Pencairan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dengan Nomor: 0001 /Bank /02.2005 /2019 sampai dengan Nomor: 0023/Bank /02.2005/ 2019
1 (satu) Lembar Surat Keputusan Kepala Desa Aru Irian Nomor: 2019;
1 (satu) Rangkap Peraturan Desa Nomor 01 Tahun 2019 Tentang Anggaran Pendapatan Belanja Desa, Tanggal 29 Januar 2019.
1 (satu) Rangkap Rekening Koran Desa Aru Irian dengan Nomor Rekening 522301015870534.
1 (satu) Rangkap Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) 22 April 2019,
1 (satu) Rangkap Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dengan Nomor: 004.5/42/MSB V/ 2019. Tanggal 06 Mei 2019
141/11/DS-ARI /1/ 2019, Tanggal 07 Januari
dengan Nomor : 004.5/35/ MSBV/ 2019, 1 (satu) Lembar Surat Keputusan Bupati Pulau Morotai Nomor 141 75/ KPTS PM 2019 tentang Penjabat Sementara Kepala Desa Aru Irian Kecamatan Morotai Selatan Barat Kabupaten Pulau Morotai.

Kemudian disita dari Saudara Rulianto Lahipe Rekening Koran Bank BRI a.n RULIANTO LAHIPE dengan periode transaksi dari tanggal 01 Maret 2019 hingga  31 Maret 2019.

Dan di sita dari Saudara Luter Warapak
1 (satu) Rangkap Surat Keputusan Kepala Desa Aru Irian Nomor 141/01/ DAI/ 2019. Tentang Pengesahan Pengangkatan Kaur - kaur, RW dan RT Desa Aru Irian Kecamatan Morotai Selatan Barat Kabupaten Pulau Morotai Tanggal 23 Februari 2013.

Juga penyitaan dari  AGUSTINUS MANDABAYAN 1 (satu) Lembar Foto Copy Surat Keputusan Bupati Morotai Nomor 823 1229/2018 Tangga 08 Me 2018 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil.

Atas kasus itu, maka kerugian negara yang dialami, bahwa saudara Rulianto Lahipe diduga melakukan penggelapan Uang Desa Aru Irian dari Rekening Desa yang telah ditransfer ke rekening Miliknya untuk anggaran kegiatan berupa : Kegiatan Padat Karya yang dicairkan dan ditransfer ke Rekening  Rulianto Lahipe pada tanggal 22 Maret 2019 senilai Rp 91.668.183., Kegiatan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) yang dicairkan dan ditransfer ke rekening Rulianto Lahipe pada tanggal 22 Maret 2019 senilai Rp 28. 866.372. Kegiatan pengadaan Mobuler (meja dan kursi) yang dicarkan dan ditransfer ke Rekening Rulianto Lahipe pada tanggal 22 Maret 2019 senila Rp 3.357.955.

Kemudian, kegiatan Perjalanan Dinas di dalam Kabupaten yang dicairkan dan di Transter ke Rekening  RULIANTO LAHIPE pada tanggal 01 April 2019 senlai Rp 1.500 000., Kegiatan Pemeliharaan kantor yang cairkan dan di Transfer ke Rekening RULIANTO LAHIPE pada tanggal 02 Mei 2019 senilai Rp. 4.925.000.

Kegiatan Penyelenggaraan Festival yang cairkan dan ditransfer ke rekening RULIANTO LAHIPE pada tangg 02 Mei 2019 senilai Rp. 1.000,000. Kegiatan Penyelenggaraan Festival yang cairkan dan ditransfer ke Rekening Rulianto Lahipe pada tanggal 02 Mei 2019 senila Rp 20.722.000.

Kegiatan Perjalanan Dinas di luar kabupaten yang caikan dan ditranser ke Rekening Rulianto Lahipe pada tanggal 03 Mei 2019 senilai Rp 6.600.000, namun yang baru dibayarkan kepada DERWIN TUANGER untuk perjalanan Dinas sehingga masih terdapat anggaran perjalanan Dinas sebesar Rp 4.600.000. Transfer dana yang tidak tercover dengan SPP pada tanggal 01 Apri 2019 senilai Rp 11.398.000.

Akibat Perbuatan Tersangka menyebabkan Pemerintah Desa Aru Irian tidak dapat melaksankan beberapa Kagiatan dengan kerugian negara Rp 168.037.510 dan tersangka dalam waktu dekat segera diserahkan ke pihak Kejaksaan.(LILO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.