Header Ads

http://www.ipctpk.co.id/

Pemkab Morotai Serahkan Bantuan Kapal, Klaim Asuransi Nelayan dan Alat Snorkling

Bupati Benny Laos menyerahkan secara simbolik armada tangkap tuna, klaim asuransi dan alat snorkling untuk anak nelayan. Foto : Halil
MOROTAI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, melalui Dinas Kelautan dan PeriAzkanan (DKP) terus bekerja keras berupaya untuk mendorong peningkatan ekspor produk Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Salah satu strateginya adalah dengan menambah armada tangkap tuna sebanyak 18 unit dilengkapi mesin 15 PK dan alat tangkap untuk diberikan ke anggota koperasi nelayan.

Bukan itu saja, DKP Kabupaten Pulau Morotai juga telah menyerahkan klaim asuransi bantuan pemda ke nelayan yang meninggal dunia dan penyerahan alat snorkling ke anak-anak di Sangowo.

Pada Rabu (16/10) sore, dilakukan penyerahan bantuan armada tangkap ikan tuna tersebut diserahkan secara simbolis kepada 5 perwakilan koperasi nelayan dan penyerahan pembayaran klaim asuransi nelayan bantuan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. Penyerahan itu diberikan kepada Almarhum Adi Muhammad (Desa Sambiki), Samuel Dawal (Desa Cendana), Asdi Peklian (Desa Tanjung Saleh) dan Simson Kodobo (Desa Cendana) masing-masing sebesar Rp. 20.000.000, berlangsung di Desa Sangowo Timur, Kecamatan Morotai Timur.

Hadir dalam acara tersebut tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pulau Morotai terdiri dari Bupati Benny Laos, Wakil Bupati Asrun Padoma, Ketua DPRD Fahri Hairudin, Kapolres AKBP Mikhail P Sitanggang,S.I.K, Danlanal Letkol Laut (P)
Kariady Bangun, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., DanLanud Kolonel Nav Arif Budhiyanto, S.E., dan Dandim Persiapan Morotai Mayor Kav Calter Purba.

Turut Hadir, Asisten-III Ida Arsad, Ketua PKK Sherly Tjoanda, Kepala DKP Suriani Antarani, Kepala BNNK, para Staf Ahli, Camat Morotai Timur dan masyarakat nelayan penerima bantuan armada penangkap ikan tuna.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pulau Morotai, Suriani Antarani, S.E,  pada kesempatan tersebut mengatakan,  penambahan armada tangkap ikan tuna sebanyak 18 unit dilengkapi peralatannya ini kepada nelayan dari sejumlah koperasi nelayan di Pulau Morotai adalah bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019 sebesar 2 Milyar lebih.

Untuk itu, lanjutnya, ia berharap keseriusan Pemda Morotai diapresiasi oleh seluruh nelayan penerima bantuan. Sehingga bantuan armada tangkap ini dapat dipergunakan semaksimal mungkin oleh setiap kelompok nelayan, agar dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan sendiri maupun meningkatkan produksi SKPT agar memperlancar ekspor ke negara lain dan meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Pulau Morotai.

"Bantuan ini diberikan sekaligus diawasi oleh DKP dalam rangka mendorong semangat nelayan untuk melaut demi meningkatkan produksi SKPT Morotai. Untuk itu, kerja sama yang baik antara nelayan dan DKP sangat diharapkan, bila kedapatan ada nelayan yang tidak manfaatkan bantuan ini secara baik maka DKP akan mengevaluasi bahkan bisa menarik dan memberikan ke koperasi nelayan yang lebih membutuhkannya," ujarnya.

Selain itu, sebut Suriani, Pemda Morotai melalui DKP juga memberikan klaim asuransi kepada 4 orang korban meninggal nelayan. Masing masing menerima Rp. 20.000.000 dan pembagian alat snorkling kepada sejumlah anak-anak dengan tujuan mengajarkan mereka untuk mencintai laut dan menjaganya.

Sementara Danlanal Letkol Laut (P) Kariady Bangun, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., menyampaikan soal keamanan nelayan setiap melaut karena, sudah terjadi kecelakaan nelayan berulang kali dan menimbulkan korban jiwa.

"Tolong kalau melaut tangkap ikan jangan sendiri, harus bawa teman, sehingga ada masalah temannya bisa membantu, minimal memberikan informasi," katanya.

Selain itu, kata Kariadi, dirinya telah meminta ke bupati agar setiap perahu nelayan di pasang alat GPS agar keberadaan mereka di titik mana mudah terdeteksi dan mempermudah pencariannya ketika terjadi kecelakaan.

Sementara Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Benny Laos menegaskan, penyerahan bantuan ini tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa pesisir, meningkatkan PAD Pulau Morotai dan untuk menciptakan ketahanan pangan daerah dan nasional serta nelayan menjadi agen TNI AL dan Polairud dalam menjaga laut.

Untuk itu, bupati berharap dalam proses pencarian ikan setiap nelayan utamakan keselamatannya. Nanti, DKP membuat Standar Operating Procedures (SOP)-nya untuk nelayan demi menjaga keselamatan mereka.

Selain itu, bupati berharap kepada setiap nelayan selalu memperhatikan kartu anggota nelayannya. Sehingga tidak terjadi lagi seperti sebelumnya, ada anggota koperasi nelayan meninggal kartu anggotanya sudah tidak berlaku atau tidak diperpanjang membuat pemda kesulitan dalam mengklain asuransinya.

Disebutkan juga, bahwa ke depan seluruh armada nelayan dipasang GPS sehingga mudah di monitoring pergerakan nelayan di laut dan ini menjadi kebutuhan, karena banyak manfaatnya bagi nelayan.

Perlu diketahui, pada tahun 2019 ini anggota koperasi nelayan di kabupaten Pulau Morotai akan menerima bantuan dari pemerintah sebanyak 153 armada tangkap ikan tuna demi mendukung dan meningkatkan produksi SKPT dan PAD serta Pendapatan Negara.(LIL)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.