Header Ads

http://www.ipctpk.co.id/

Sampai Oktober 2019, Sudah 130 Kali Kebakaran Terjadi Di Pati

Kepala Satpol PP Pemkab Pati Hadi Santoso. Foto: Wisnu
PATI - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Pemda Kabupaten Pati Hadi Santoso mencatat hampir sebanyak 130 kali  kebakaran yang terjadi di tahun 2019 ini. Angka tersebut mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya berkisar 105 kali kebakaran terjadi.

"Untuk kebakaran tahun ini (2019, -red) lebih banyak, padahal ini baru bulan Oktober, dan penyebabnya rata-rata sama," ungkap Hadi kepada wartawan, Jumat (10/10/2019), di ruang kerjanya.

Menurutnya, angka kebakaran terjadi rata-rata akibat kecerobohan, misalnya saja dari obat nyamuk bakar, kompor, pembakaran sampah atau lahan tebu, konsleting listrik arus pendek, yang itu tanpa ada pengawasan. "Masyarakat masih ceroboh, karena kadang melakukan pembakaran tanpa ada pengawasan, padahal dalam Perda sudah ada bahwa untuk membakar sampah dilarang," tandas Hadi.

Ia mengaku, kendala yang ada hingga saat ini dalam mengatasi kebakaran adalah kurangnya armada dan personil pemadam kebakaran (damkar).

Untuk mobil pemadam kebakaran, saat ini hanya memiliki 5 unit. Mobil yang disiagakan itu ada satu unit di Kecamatan Kayen, satu unit di Kecamatan Tayu, dan untuk Kecamatan Jakenan saat ini masih dalam usulan. "Kita punya armada yang bisa operasional 5, damkar dan tanki namun kebijakan pimpinan ditempatkan satu di kayen, satu di Tayu, bahkan kita juga terbatasnya tenaga yang ada di 2 pos, sehingga itu sangat menyita waktu, apabila terjadi kebakaran," ungkap Hadi.

Selain itu, untuk petugas Damkar saat ini juga mengalami kekurangan. Petugas yang ada selain sudah tua, untuk tahun 2019 ada yang pensiun 3 orang, dan tahun 2020 ada yang akan pensiun sebanyak 8 orang. "Kami juga kekurangan personil, namun untuk mengantisipasinya kami libatkan anggota Satpol dan Linmas untuk diberikan pelatihan cara pencegahan kebakaran," paparnya.

Saat ini, lanjut Hadi, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi untuk pencegahan kebakaran, meski itu belum maksimal namun itu sudah disampaikan ke Camat, Kepala Desa, bahkan juga dengan memasang pamflet, spanduk bagaimana cara mencegah kebakaran.

Malahan, pada tahun 2019 ini dilakukan monitoring untuk mengantisipasi pencegahan kebakaran di setiap instansi Pemkab, untuk menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). "Untuk APAR ini belum semuanya, namun kami akan sampaikan ke pimpinan untuk menginstruksikan agar semua OPD bisa menggunakan," pungkasnya. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.