Header Ads

http://www.ipctpk.co.id/

Wapres JK Dorong Pengelolaan Sampah Menjadi Pupuk Ketimbang Listrik

Wapres JK berbicara dengan Forkopimda Kota Makassar Minggu (6/10). Foto : Humas
MAKASSAR - Teknologi pengelolaan sampah sudah dapat mengubahnya menjadi tenaga listrik. Seperti yang ingin dikembangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pemerintah Kota Makassar sepertinya ingin pula mengembangkan teknologi pengelolaan samph menjadi tenaga listrik. Namun, karena baru dikembangkan teknologi ini berbiaya tinggi.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla menilai, rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTs) guna mengurai persoalan sampah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, perlu investasi besar.

"Kita harapkan Makassar menjadi kota yang bersih. Kalau masalahnya soal sampah, ini kan sebaiknya dijadikan kompos. Banyak yang berpikir untuk menjadikan listrik, tapi listriknya mahal. Tidak pernah bisa feasible. Yang feasible itu ketika menjadi pupuk," ujar Kalla di Balai Kota Makassar, Minggu (6/10/2019).

Wapres JK hadir Makassar dalam rangka silaturahim, menanggapi rencana pembangunan PLTs di Makassar. Menurut Daeng Ucu, begitu ia kerap disebut, pembuatan pupuk kompos jauh lebih murah dibandingkan membuat pembangkit listrik dan itu akan sulit berhasil, bukan hanya di Indonesia tapi di beberapa negara lain juga demikian.

"Dibuat kompos itu biayanya jauh lebih murah, daripada dibuat jadi pembangkit listrik. Kompos lebih bisa berhasil. Di negara lain pun jarang bisa berhasil karena mahal. Lebih baik bikin kompos kemudian listriknya kita beli dengan harga lima sen, tujuh sen. Daripada beli listrik sampah 15 sen itu kemahalan," paparnya.

Wapres JK yang juga seorang pengusaha nasional ini menegaskan agar jangan pernah berpikir kota sebesar Makassar ini bisa menghasilkan listrik melalui sampah, karena pengalaman di negara lain jarang berhasil.

Ia memaparkan, akan jauh lebih mudah dan gampang membuat pupuk kompos dan akan jauh lebih menghasilkan dibanding membangun pembangkit listrik tenaga sampah yang mahal.

"Jadi lebih baik dibuat kompos dan listrik dibuat dari tenaga lain. Itu juga jauh lebih mudah dan gampang dibuatnya, itulah harapan saya," ucap Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu.

Kalla berterima kasih kepada semua pihak sudah bekerja sama selama ini, sebab dua pekan ke depan masa jabatannya sebagai Wakil Presiden akan habis.

"Ada yang sering bertanya setelah jadi Wapres mau jadi apa? Saya akan urus sosial, pendidikan, agama, kalau bisa bisnis juga. Mungkin memberikan pandangan bisnis ke pemerintah atau pengusaha muda. Sehingga dapat mendukung dunia bisnis dan usaha," ucapnya.

Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb dalam penyampaiannya mengatakan Pemerintah Kota Makassar berencana membangun PLTs di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala bahkan telah mengundang beberapa investor maupun pihak perusahaan.

Menurutnya, harus ada solusi dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Makassar yang kini menjadi perhatian, sebab volume sampah yang masuk ke TPA mencapai sekitar 10 ton per harinya, sehingga hal inilah mendorong untuk dibangun PLTs di lokasi setempat.

Dalam silaturahmi di kantor Balai Kota Makassar hadir, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaeman, Pj Wali Kota Makassar Iqbal Samad Suhaeb serta para camat dan undangan lainnya.(IN/Red3/UC/KP)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.