Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Astaga, Dana BUMDes untuk Beli Ekskavator Second?

Ekskavator masih belum difungsikan.
Pati - Pembelian alat berat (Ekskavator) yang dilakukan oleh Muhammad, Kepala Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dinilai tidak tepat sasaran. Pasalnya, alat berat yang dibeli dengan anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tahun 2019 dianggap belum sesuai dan diduga syarat kepentingan kepala desa karena belum ada kebutuhan yang mendesak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, pembelian alat berat dengan harga ratusan juta rupiah itu dianggap belum perlu, sebab selain diduga sebagai barang bekas (second, -red) karena kondisinya terlihat mulai berkarat dan hanya terparkir digarasi gudang milik Kepala Desa.

"Alat berat itu belum menjadi kebutuhan yang signifikan, jadi tidak seharusnya dibeli, Kepala Desa seharusnya bisa menampung aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang dianggap urgent, bukannya membeli barang bekas seperti itu," ujar salah satu warga Desa Margomulyo Minggu (29/3/2020) yang namanya tidak bisa diungkapkan.

Masyarakat menduga pembelian alat berat itu dianggap syarat kepentingan yang dilakukan oleh Kepala Desa dengan memanfaatkan anggaran BUMDes, sebab kebutuhannya tidak bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, padahal kalau dikelola dengan benar, dana BUMDes bisa untuk kesejahteraan rakyat, apalagi dengan nilai ratusan juta, bahkan sampai saat ini di wilayah Desa Margomulyo ada yang belum tersentuh pembangunan baik itu dari jatah anggaran dana DD maupun ADD.

"Kebijakan dan langkah kades ini sangat gegabah, dana ratusan juta hanya untuk membeli barang bekas yang fungsi dan manfaatnya masyarakat tidak bisa merasakan langsung." Kata warga lain dengan nada kesal.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Margomulyo Muhammad,  mengaku bahwa alat berat atau ekskavator yang dibeli pada Desember 2019 lalu adalah second tahun 2018 diambil dari dana BUMDes sebesar Rp 450 juta. "Kita belum paham regulasinya, apakah nanti sewanya per jam atau bagaimana, nanti akan kita tanyakan dulu ke perental-perental, dan untuk sekarang memang belum digunakan karena musim hujan," jelasnya.

Selain itu, masih menurut Muhammad,  alat berat atau ekskavator itu nantinya akan diserahkan ke pihak BUMDes, dan bukan kewenangan Desa untuk mengelola.

"Nanti kita serahkan ke BUMDes untuk mengelola, desa tidak punya kewenangan, dan yang pasti alat berat itu akan diservice dulu supaya tidak macet," tandasnya. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.