Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Anggota Komisi II DPRD Kepsul Pantau Ketersedian Sembako Jelang Ramadhan

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sula langsung terjun meninjau toko dan ekspedisi guna melihat stok bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Foto : Ekhy Drakel. 
Sanana - Komisi II Dewan Perwakilan Rakayat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Selasa (24/03/2020), turun memantau ketersedian Sembilan Bahan Pokok (Sembako) pada sejumlah toko di Kota Sanana.

Anggota Komisi II turut dalam kegiatan itu, antara lan Wakil Ketua Komisi II Ramli Sade, Sekertaris Komisi II Drs.Safrin Gailea, Halik Teapon, Rian A Ruslan dan Kabag Umum DPRD Hatim Losen serta sejumlah Staf Sekwan.

Langkah cepat Komisi II ini untuk mengantisipasi ketersediaan stok sembako menjalang bulan Ramadhan dan Idul Fitrih. Apalagi kondisi ini di tengah takutkan warga dengan adanya wabah Virus Corona (Covid-19). Diharapkan agar pemerintah jangan sampai mengambil kebijakan Lockdown yang nantinya berimbas terhadap ketersediaan sembako karena kapal-kapal sudah tidak lagi masuk.

Anggota Komisi II meninjau ekspedisi. 
Sejumlah toko yang di datangi anggota Komisi II, diantaranya toko Sederhana,toko Subur Abadi, toko Mutiara, toko Bina Karya, toko Muda Mudi, toko Nahla, toko Usaha Baru Dua, toko Nita, toko Voni dan toko Tuju Jaya.

Dari pantauan media ini, hampir semua pemilik toko mengatakan kepada anggota Komisi II bahwa stok sembako yang terbatas adalah gula, sementara untuk stok beras dan terigu serta stok sembako lainnya masih cukup untuk melayani kebutuhan warga sampai pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Menurut pemilik toko, bukan karna ada Virus Corona sehingga stok Gula langka, tapi stok gula ini sudah langka sebelum adanya Covid-19. Memang setiap masuknya kapal stok Gula tetap ada, namun terbatas.

Menurut sejumlah pemilik toko, yang mereka takutkan jangan sampai adanya penyebaran virus Covid-19 ini lalu Pemerintah Bone Sulawesi Selatan (Sulsel)  mengambil kebijakan Lockdown maka akan sangat berimbas kepada stok sembako masuk ke Kabupaten Sula, terutama stok beras karena hampir semua stok beras di ambil dari Bone.

Dalam pantauan itu, anggota Komisi II juga meminta kepada pemilik-pemilik toko agar tidak menjual barang dengan harga dan jumlah yang melebihi kewajaran kepada pembeli.

Komisi II meminta agar menjual sesuai kebutuhan pembeli saja agar stok sembako tidak habis dan bisa dibeli semua orang. DPRD Komisi II juga menegaskan bahwa jangan di saat kondisi Virus Corona (Covid-19) lagi marak seperti ini lalu ada pejual maupun pembeli yang sengaja permainan harga serta penimbunan stok sembako, ketika hal itu terjadi maka DPRD Komisi II akan menindak tegas sesuai hukum dan undang-undang yang berlaku.

Selain turun memantau ketersediaan sembako di sejumlah toko, anggota Komisi II juga berkunjung langsung di Kantor Ekspedisi di Pelabuhan Sanana untuk memastikan Sembako yang akan dipasok ke Kabupaten Kepsul. Dalam kunjungan itu, DPRD Komisi II disambut langsung salah satu Agen Kapal Layar Motor (KLM) Andi Hasdam.

Dalam pertemuan itu, anggota Komisi II meminta agar bagian ekspedesi mengambil langkah cepat agar pasokan sembako secepatnya sampai di Kepsul.  Sementara Andi Hasdam mengatakan bahwa ada dua kapal yang sudah selesai pemuatan dan kondisinya sudah dalam perjalanan dari Bone Sulawesi Selatan (Sulsel) menuju ke Kabupaten Sula.

Ia memaparkan, dua Kapal itu membawa muatan sekitar 170 ton lebih sembako, di antaranya beras dan terigu. Lalu,  ada pula yang masih dalam pemuatan juga dua kapal yang jumlahnya sekitar 300 ton lebih. Menurut dia, yang menjadi masalah ini adalah stok gula, karena menurutnya stok Gula di Bone juga menipis.

Abdi juga mengungkapkan, yang mereka juga kuatirkan adalah, jangan sampai dengan adanya wabah virus Corona (Covid-19) ini lalu Pemerintah Sulsel juga mengambil kebijakan lockdown. Apabila hal itu terjadi, otomatis komoditi dari Sulsel tidak bisa keluar, dan itu memengaruhi persediaan di Kepulauan Sula.

Saat anggota Komisi II menanyakan apakah pihak ekspedisi bisa memastikan dua Kapal yang sementara masih melakukan pemuatan tersebut bisa dipastikan berangkat dalam waktu dekat atau tidak. Andi Hasdam menjawab tetap bisa berangkat.

Andi menandaskan, mulai Selasa tanggal 24  Maret sudah ada informasi dari ASDP Kabupaten Bone Bajo sudah ditutup (Lockdown) namun itu hanya untuk Kapal-kapal penumpang, tapi kalau untuk KLM tidak.

Sementara itu,  Sekertaris Komisi II DPRD Kapsul Safrin Gailea mengatakan, memang kebijakan yang ditempuh Pemerintah hanya untuk kapal-kapal yang mombilitas orang yang diperhambat namun kalau untuk memperhambat Kapal yang mobilitas barang sampai saat ini belum ada.

Safrin mengharapkan agar pihak ekspedisi dapat mengupayakan pengangkutan sembako bisa dipercepat untuk diangkut ke Kabupaten Sula. Hal itu dikarenakan agar jangan sampai dalam bulan Ramadhan stok sembako menipis.

Andi Hasdam pun menjawab,  "Insha Allah stok tetap tersedia sampai pada bulan puasa dan lebaran Idul Fitri." (EDL)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.