Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Kebijakan Lockdown Kota Tegal Disorot Media Asing

Walikota Tegal mengambil kebijakan lockdown setelah seorang warganya terinfeksi Covid-19. Foto : Ist
Tegal - Keputusan Pemerintah Kota Tegal untuk menerapkan lockdown atau mengunci wilayah selama empat bulan guna memerangi pandemi virus corona Covid-19 menuai perhatian khalayak.

Pasalnya Tegal menjadi kota pertama di Indonesia yang berani mengambil langkah tersebut, dikala daerah lainnya termasuk pemerintah pusat masih memikirkan banyak pertimbangan.

Sejatinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana akan mengambil kebijakan serupa. Namun, selang berapa waktu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian langsung bertemu Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta dan menyatakan kebijakan lockdown merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Namun, lain halnya dengan Kota Tegal, Jawa Tengah. Mereka disebut-sebut sudah minta izin untuk mengambil kebijakan lockdown ini.

Kebijakan tersebut nyatanya tak hanya ramai diberitakan di media nasional namun juga disinggung oleh beberapa situs asing.

Sejumlah media luar negeri menyoroti pernyataan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengenai alasannya mengeluarkan kebijakan lockdown.
Seperti dikutip dari Semarangpos.com, Dedy mengaku sebenarnya sempat dilema dengan kebijakan yang diambilnya untuk mengarantina wilayah. Namun, ia kemudian mengambil keputusan tersebut.

"Ini adalah pilihan pahit dan saya juga dilema. Jika disuruh memilih, lebih baik saya dibenci, daripada maut menjemput mereka, " ungkapnya saat jumpa pers, Rabu (25/3/2020).

Pernyataan Dedy yang dinilai mementingkan keselamatan warganya itu muncul di situs Malaysia, Astrowani.com dalam artikel berjudul, "Sanggup dibenci, Datuk Bandar Tegal laksana 'lockdown' pertama di Indonesia" yang dimuat pada Jumat (27/3).

Selain itu, klaim Dedy juga tampak dalam artikel berjudul "Indonesia, in major shift, to allow lockdowns as coronavirus cases soar" yang dimuat oleh situs Reuters dan New York Times pada hari yang sama.

Kedua situs tersebut memberitakan kebijakan pemerintah yang disampaikan oleh Menko Polhukam Mahfud MD mengenai rencana untuk membuat aturan tentang karantina wilayah, sebagai strategi baru dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.

Dalam artikel itu, disebutkan pemerintah mengeluarkan rencana tersebut sebagai tanggapan atas kebijakan Provinsi Papua dan Kota Tegal menerapkan karantina wilayah, selain berkaca dari jumlah kasus virus corona yang terus meningkat.

"Kota Tegal, Jawa Tengah, pekan ini menutup 49 jalur akses dan ruang publik hingga 30 Juli mendatang setelah seorang kembali dari Abu Dhabi karena terinfeksi virus corona".

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan orang-orang perlu memahami kebijakan yang saya ambil. "Jika punya pilihan, saya lebih baik dibenci orang daripada membiarkan mereka mati," demikian cuplikan artikel Reuters yang mengutip CNN Indonesia.(*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.