Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Lapas Kelas IIB Pati Serahkan Warga Binaan dengan Video Conference

Lapas Kelas IIB Pati menyerahkan WBP melalui video conference. Foto : Wisnu
Pati - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati, Jawa Tengah, melaksanakan serah terima Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mendapatkan pembebasan bersyarat melalui Video Conference.

Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Hukum dan HAM RI Nomor : M. HH. PK 01.01.01-03 tanggal 24 Maret 2020 tentang Pencegahan, Penanganan dan Pengendalian Penyebaran COVID-19.

Kepala Lapas Kelas IIB Pati Usman kepada wartawan menjelaskan, pelaksanaan launching perdana serah terima klien WBP  melalui media internet Video Conference dengan aplikasi Zoom, dilakukan dengan memberikan arahan bagi tiga narapidana yang mendapatkan pembebasan bersyarat.

"Hari ini adalah launching perdana serah terima klien WBP melalui media internet Video Conference, sekaligus penyerahan tiga narapidana bertempat di ruang kunjungan yang sudah disiapkan sesuai standarisasi Video Conference," kata Usman, Minggu (29/3/2020).

Ada tiga narapidana yang mendapatkan pembebasan bersyarat, diantaranya yakni WK dengan Perkara Pasal 81 UU RI No. 35 Th 2014 dan DD dengan putusan pidana 7 tahun 6 Bulan, denda Rp 60 juta, subsider 2 bulan kurungan, MM dengan Perkara  Pasal 372 KUHP dan pidana penjara 1 tahun 8 bulan penjara, dan TSL dengan Perkara Pasal 127 UU RI No. 35 Th 2009 dengan pidana 1 tahun 7 bulan penjara.

Kegiatan yang dilaksanakan di Lapas kelas IIB Pati ini merupakan launching Perdana Serah Terima 3 narapidana yang mendapatkan pembebasan bersyarat melalui Video Conference antara Instansi Lapas Pati kepada Balai Pemasyarakatan Pati.

"Mulai Senin besok 30 Maret 2020, persidangan yang biasanya dilakukan di Pengadilan Negeri Pati, untuk mengantisipasi pencegahan Covid-19, persidangan dilakukan melalui media Zoom atau teleconference di masing-masing aparat penegak hukum dalam hal ini, Pengadilan Negeri, Kejaksaan dan Lapas, sehingga tahanan tidak lagi di bawa ke PN, cukup di Lapas dengan mengandalkan media zoom Video Conference,"jelas Usman.(WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.