Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Menhan Prabowo Pilih Lockdown untuk Atasi Penyebaran Covid-19 di Indonesia?

Menhan Prabowo Subianto menyerahkan bantuan alat kesehatan dari China di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur, Senin (23/3). Foto : Tribun
Jakarta - Soal wacana perlu tidaknya Indonesia mengambil kebijakan Lockdown, rupanya masih menarik perhatian publik. Apalagi di tengah kondisi korban virus Corona (Covid-19) yang mengalami kenaikan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah obrolan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dengan ajudannya, Dhani Wirianata terkait penanganan virus Covid-19. Obrolan Prabowo dibocorkan oleh Dhani Wirianata melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (21/3/2020).

Dhani mengungkapkan bahwa ia telah berdiskusi dengan Prabowo mengenai wabah virus corona di Indonesia.

“Sore kemarin kami sempat berdiskusi mengenai kondisi pandemi yang terjadi saat ini, Pak Prabowo katakan, “Saya hanya dilatih perang kepada musuh yang terlihat, akan tetapi saya selalu diajarkan untuk menghadapi situasi yang paling buruk”. Tidak ada kata terlambat dalam memerangi virus ini,” tulis Dhani.

Dari obrolannya itu, Dhani berkesimpulan bahwa opsi terbaik saat ini adalah melakukan lockdown.
“Saya berkesimpulan bahwa opsi terbaik menurut pak Prabowo saat ini adalah lock down seperti yang dilakukan beberapa negara yang angka terjangkitnya cukup tinggi, tujuannya untuk mencegah penularan virus ini lebih melebar,” katanya.

Menurut Dhanu, dalam waktu dua minggu terakhir ini, Prabowo sebagai Menteri Pertahanan fokus untuk melawan virus covid 19 melalui jajaran Kementerian Pertahanan dan TNI.

Prabowo, kata dia, terus berkoordinasi dengan Ketua Gugus Tugas yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNPB), Letjen TNI Doni Monardo dan para dokter TNI.

“Sebagai Menhan beliau akan terus berusaha untuk mengerahkan Kementerian Pertahanan untuk membantu masyarakat dalam memerangi wabah virus covid 19,” beber Dhani.

Dikatakan Dhani, penyebaran virus Corona begitu cepat dan Prabowo sudah mendengar banyak dari para dokter dan perawat bahwa mereka sangat membutuhkan alat pelindung diri atau ADP.

Karena itu, Kemenhan akan mengadakan 20.000 alat pelindung diri untuk nantinya dibagikan kepada dokter dan perawat, terutama untuk rumah sakit di bawah Kemenhan dan TNI.

“Selain itu Kemenhan juga akan mendatangkan alat instant test covid 19 yang dalam waktu dekat ini akan datang,” tandas Dhani.(RPT/IJC)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.