Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Politisi Demokrat Soroti Pelabelan Hoax ke Masyarakat yang Mengunggah Video TKI di Sultra

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan. Foto : Ist
Jakarta - Di tengah merebaknya pandemi corona, kehadiran tenaga kerja asing (TKA) asal China di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Minggu (15/3) mengegetkan publik dan menimbulkan banyak pertanyaan.

Apalagi saat reaksi Kapolda Sulawesi Tenggara yang begitu reaktif. Nasib perekam kedatangan TKA China tersebut menyita sorotan publik.

Perekam video bernama Hardiono tersebut telah ditangkap polisi dan dianggap sebagai penyebar informasi palsu alias hoax.

Meski demikian, Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam memastikan pria 39 tahun asal Desa Onewila, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) itu tidak ditahan dan langsung dilepas usai dimintai keterangan. Adapun sebelum dilepas, Hardiono turut diminta untuk meminta maaf atas apa yang dilakukan.

Menurut politisi Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan kasus yang menimpa Hardiono harus menjadi pelajaran untuk seluruh pihak dalam memberi informasi kepada publik.

Secara khusus Hinca menyoroti tentang penyematan istilah hoax kepada masyarakat yang kedapatan mengungkap sesuatu, padahal belum diputus pengadilan.

“Jika label hoax hanya disematkan pada rakyat, sedangkan aparat dan penguasa memberi informasi yang salah hanya disebut "keliru”, sesungguhnya negara kita mengkhianati sebuah asas hukum "equality before the law”,” tutur anggota Komisi III DPR itu di akun Twitter pribadi.

Dalam kasus ini, ada silang pendapat antara pihak kepolisian dengan pihak Kemenakertrans dan Kemenkumham mengenai status pendatang yang terekam di video, termasuk mengenai data perjalanan mereka di Indonesia.(RM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.