Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Rupiah Lunglai, Dato Tahir Tukarkan Dolarnya Senilai Rp 2 Triliun

Dato Sri Tahir, pengusaha nasional berniat membantu Rupiah yang lagi lunglai. Ia menukarkan uang dolar pribadinya senilai Rp 2 triliun ke BI. Foto : Detik
Jakarta -  Guna membantu rupiah, Dato Sri Tahir, pengusaha nasional yang juga salah satu orang terkaya Indonesia hari ini menukar dolar AS dan dolar Singapura ke rupiah senilai Rp 2 triliun.

Uang yang dia tukarkan berasal dari kantong pribadinya, bukan uang perusahaan. Tahir bertemu langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo untuk menyampaikan bukti bahwa dirinya sudah menukarkan dolarnya ke rupiah. Dolar yang ditukar, meliputi US$ 93 juta, dan SG$ 55 juta.

Tahir adalah putra asli Surabaya yang masuk 10 besar daftar orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes tahun 2018. Kekayaannya saat ini tercatat US$ 3,5 miliar atau setara dengan Rp 51,8 triliun (kurs Rp 14.800).CEO Mayapada Group ini sukses mengelola perusahaan miliknya sejak puluhan tahun lalu. Perusahaannya meliputi sejumlah unit bidang usaha seperti perbankan, TV berbayar, media cetak, properti, hingga rumah sakit.

Pria ini hobi membagi-bagikan uang alias dermawan. Dia gemar menyumbangkan harta untuk kemanusiaan. Tak hanya di Indonesia, Tahir juga kerap menyumbang ke negara lain. Dia sering berkeliling dunia untuk menyalurkan bantuan.

Tahir juga memiliki yayasan kemanusiaan yaitur Tahir Foundation.

Namun tak disangka, pria terkaya Indonesia itu dulunya seorang anak penyewa becak yang miskin. Pria kelahiran 26 Maret 1952 ini mengaku hidup dari keluarga tak mampu. Bahkan dia tinggal di rumah kontrakan di Surabaya.

"Lebar rumah saya berapa kira-kira 3,5 meter atau 4 meter sama panjang. Orang tua saya kerjaannya sebagai penyewa becak," kata Tahir saat berbincang dengan detikFinance di kantornya beberapa waktu lalu.

Hingga mencapai kesuksesannya sekarang, Tahir mengaku tak pernah melupakan asal-usulnya sebagai seorang anak bandar becak. Bahkan, dirinya juga masih menyimpan foto-foto masa lalunya saat duduk di becak milik orang tuanya. (DETIK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.