Header Ads

https://daihatsu.co.id/

117 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Pati Mendapat Asimilasi


Pati - Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati Jawa Tengah mendapatkan program asimilasi dan program integrasi sesuai Peraturan Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 yang diterbitkan pada 30 Maret 2020.

"Ada 117 orang warga binaan yang mendapatkan hak asimilasi, dan kemarin tahap pertama kita sudah bebaskan 12 orang warga binaan dari Lapas Kelas IIB Pati," ungkap Kepala Lapas Kelas IIB Pati Usman melalui Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Krismiyanto kepada wartawan Kamis (2/4/2020).

Menurutnya, untuk tahap pertama ada sebanyak 12 orang yang sudah mendapatkan asimilasi, dan sudah dibebaskan pada 1 April 2020, dan saat ini masih ada lagi sebanyak 105 orang yang rencananya akan mendapatkan asimilasi lagi dan akan dibebaskan.

"Untuk yang 105 orang warga binaan ini sementara baru kita kerjakan administrasinya, dan dipastikan dalam minggu ini sudah selesai," ungkapnya.

Dikatakannya, ada dua kriteria program yang didapat oleh warga binaan, yakni program asimilasi dan integrasi. Untuk integrasi meliputi Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), dan Pembebasan Bersyarat (PB), dan untuk asimilasi berlaku bagi warga binaan yang sudah menjalani setengah masa tahanan atau minimal 6 bulan masa tahanan atau sudah melewati, maka akan diberikan asimilasi atau pidana pendek.

"Langkah ini dilakukan dalam rangka pencegahan, penyebaran, Covid-19, karena negara menganggap darurat, jadi untuk mengurangi penyebaran, pemerintah pusat memberikan program asimilasi secara nasional," kata Krismiyanto.

Krismiyanto menuturkan, bagi warga binaan yang mendapatkan asimilasi namun belum memenuhi registrasi pembayaran denda yang dibebankan, dimungkinkan akan menjalani asimilasi dirumah, akan tetapi hal itu akan dikoordinasikan lebih dulu dengan pihak Kejaksaan.

"Kita sudah menyurat ke kejaksaan, dan kejaksaan merespon, jadi kita tinggal menunggu surat balasan saja, dan target untuk asimilasi dipastikan bisa mencapai 117 orang lebih, namun itu tergantung dari aturan pusat, apakah ada perubahan atau tidak, soalnya ini masih wacana, apalagi untuk pidana yang dibawah 6 bulan, dan sisa 6 bulan, maka akan diterbitkan Permen lagi, hanya saja kita masih menunggu aturan itu," tandasnya.

Asimilasi ini diterapkan untuk semua warga binaan di Lapas Kelas IIB Pati, kecuali bagi warga binaan yang tersandung kasus PP Nomor 99 tahun 2012, pidana diatas 5 tahun, Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), teroris dan kejahatan berat, sementara bagi tahanan yang tersandung kasus narkoba akan diberikan kebijakan untuk yang masa tahanan dibawah 5 tahun masih bisa dilaksanakan, karena mengacu pada pidana umum.

"Program ini berlaku sampai 31 Desember 2020, untuk memenuhi persyaratan asimilasi maka warga binaan ini harus memenuhi persyaratan dua per tiga (masa tahanan,-red) dahulu," tambahnya. (WIS)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.