Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Agar Tak Meluas, Penyemprotan Disinfektan di Kota Tikep Harus Dilakukan di Seluruh Kelurahan

Sekertaris Daerah Kota Tikep H. Asrul Sani mendampingi Wali Kota Tikep Capt. Ali Ibrahim. Foto : Sukadi
Tidore - Melihat perkembangan virus Covid-19 di Kota Tidore Kepulauan (Tikep), masyarakat berharap agar Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan langkah cepat setelah mengetahui adanya pasien positif Covid-19. 

Pada Kamis (16/4/2020) Pemerintah Kota Tikep melaksanakan rapat koordinasi untuk membahas penanggulangan bencana pandemi virus Covid-19 di wilayahnya. Apalagi setelah ada korban yang dinyatakan positif. Langkah-langkah strategis diperlukan untuk membendung laju pandemi itu.

Sekretaris Daerah Kota Tikep Asrul Sani Soleiman kepada wartawan mengatakan, pemerintah kota sudah fokus terhadap penanganan Covid-19. Termasuk dari sisi anggaran, sesuai dengan arahan Walikota Tikep, dana Hari Jadi Kota Tikep yang ada di tiap kecamatan maupun kelurahan penggunaanya digeser untuk penanganan Covid-19. Tak hanya untuk penyemprotan disinfektan, melainkan juga untuk pengadaan masker kain bagi masyarakat di tingkat kelurahan.

Seperti yang sudah diinformasikan sebelumnya, pihak pemerintah kota sudah melakukan penyemprotan disinfektan di kelurahan Tomalou yang merupakan tempat tinggal salah satu pasien postif Covid-19 dimana hal itu dipantau langsung oleh Walikota Tikep. Bukan hanya daerah itu, penyemprotan juga dilakukan di Masjid dan Musholah yang berada di Kelurahan Tomalou. Untuk Keluarga pasien positif covid-19 akan dilakukan rapid test dan dihimbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari sesuai dengan Protokol Kesehatan guna memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Kasus pasiaen positif itu berasal dari warga yang datang dari dari daerah zona merah pandemi corona. “Pasien postif Covid-19 di Tidore itu merupakan orang yang baru datang dari daerah Pendemi virus Corona atau Covid-19,” jelas Asrul.

Sebagaimana diketahui pasien 03 dan 04 baru saja melakukan perjalanan dari Pulau Jawa yang saat ini merupakan daerah zona merah Covid-19.

Asrul Sani juga meminta agar seluruh kelurahan pada Sholat Jumat (17/4) untuk memberikan pencerahan kaitan dengan Virus Corona atau Covid-19.

Walikota Tikep Capt. H. Ali Ibrahim meminta kepada semua pihak agar tidak menanggap enteng Virus Corona atau Covid-19 tapi semua pihak harus berkoordinasi secara intensif untuk menyosialisasikan pencegahan Covid-19 di tengah-tengah masyarakat Kota Tikep.

Sementara itu, masyarakat berharap agar penyemprotan disinfektan tidak hanya dilakukan di Kelurahan yang menjadi tempat tinggal pasien positif covid-19, melainkan juga di seluruh wilayah di Kota Tikep. Selain itu, diharapkan juga pemerintah melakukan langkah antisipasi lain terutama pencegahan agar jangan sampai penyebaran virus covid-19 bertambah di Tikep, seperti pembagian alat pelindung diri (masker) kepada masyarakat dan juga sosialisasi agar masyarakat melakukan social distancing dan tetap di rumah. (LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.