Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Ditolak Luhut, Lockdown di Papua Jalan Terus

Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak menolah pernyataan Luhut Binsar Panjaitan. Ia menandaskan satu nyawa orang Papua itu sangat mahal. Ia menegaskan kebijakan Lockdown Papua sudah kesepakatan bersama seluruh bupati/walikot, DPRD, dan TNI-Polri. Foto : Ist
Memberamo Tengah - Masyarakat Papua mengingatkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan terkait lockdown atau karantina wilayah di tengah wabah virus corona atau Covid-19.

Luhut Binsar Panjaitan sebelumnya tegas menolak langkah Pemerintah Provinsi Papua yang menutup seluruh akses menuju Bumi Cenderawasih.

Masyarakat Papua pun tak tinggal diam terkait kebijakan Luhut itu. Penolakan terhadap keputusan Luhut salah stunya diungkapkan Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng) Ricky Ham Pagawak dalam video singkat yang viral baru-baru ini.

"Jangan bicara sembarangan di Jakarta sana. Ini rakyat kami, tanah kami dan negeri kami!," tegas Ricky Ham Pagawak, Rabu (1/4).

Ricky Pagawak penolakan terhadap pernyataan Luhut yang juga pelaksana tugas Menteri Perhubungan, berkaitan dengan perlindungan bagi masyarakat Provinsi Papua.

"Saya mau kasih tahu kepada Pak Menteri, satu nyawa orang Papua itu sangat mahal untuk orang Papua. Jadi bapak kalau membuat statement, pernyataan, kami mohon untuk tidak melihat hanya karena daerah di Jakarta," katanya.

Ricky Pagawak menegaskan juga bahwa keputusan lockdown Papua merupakan keputusan bersama mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi dan aprat TNI-Polri.

Apa yang kami lakukan ini demi rakyat, bukan demi jabatan seorang Gubernur, Wali Kota atau Bupati," ungkapnya.

"Sehingga pernyataan itu dengan banar-benar kami menolak dan apa yang sudah kami putuskan sudah ditandatangani bersama Gubernur, Kapolda, Pangdam, Ketua DPRD itu sah! dan kami akan lakukan terus!," pungkasnya.(RM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.