Header Ads

https://daihatsu.co.id/

GERAM OBA Menilai Pemkot dan Satgas Covid-19 Lambat

Julfikar Sagaji, Ketua Ormas GERAM OBA menilai Pemkot dan Satgas Covid-19 Kota Tikep Lambat. Foto : Sukadi.
Tidore - Pemerintah Kota dan Satgas Covid-19 Kota Tidore Kepulauan dinilai lambat dalam penanganan penyebaran virus Corona di wilayah Kecamatah Oba. Hal itu dikarenakan hingga saat ini masyarakat di sana belum mendapat perhatian berupa penyemprotan disineftan maupun pembagian alat pelindung diri (APD) berupa masker.

Pandangan itu disampaikan Ketua Generasi Muda Oba (GERAM OBA) Kota Tikep Julfikar Sagaji. Menurutnya, Pemkota Tikep maupun Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dianggap lambat dalam pencegahan Covid-19 di Kota Tikep, padahal di daerah lain di Maluku Utara sudah melaksanakan berbagai pencegahan.

"Rata-rata kabupaten/Kota lainnya begitu tanggap dengan bencana covid-19, tapi ironis bagi Pemkot Tikep yang tak kelar memberikan kepastian mengenai anggaran untuk penanganan covid-19 di Kota Tikep," ungkap Ketua Umum GERAM OBA Julfikar Sagaji, Rabu (25/4).

Lebih lanjut ia mengatakan, Pemkot Tikep lamban dalam membijaki masalah Covid-19 padahal masalah ini telah ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Presiden RI. Ia menjelaskan, lamban dalam arti sampai hari ini tidak ada kepastian anggaran yang digeser untuk penanganan covid-19.

"GERAM OBA menilai Pemkot Tikep terkesan mengabaikan Kecamatan Oba, karena sampai saat ini pemerintah belum melakukan penyemprotan dan pembagian APD berupa masker," tegas Julfikar Sagaji.

Dia juga menambahkan, berdasarkan informasi melalui media pemerintah telah menganggarkan angaran penangan Covid-19 sebesar Rp.15 Milyar, melaui angaran DTT. Seharusnya Pemkot Tikep memperlakukan Wilayah Oba sama dengan wilayah lain, karena sampai saat ini Kecamatan Oba belum disentuh program penanggulangan covid-19.

"Jika pemerintah telah menganggarkan anggaran penangan Covid-19 di Kota Tikep sebesar Rp.15 milyar. Wilayah Oba wajib mendapat perhatian dari Pemkot dan Satas Covid-19, karena sampai saat ini Kecamatan Oba belum mendapat perhatian serius dari pemerintah," pungkas Julfikar.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.