Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Gorontalo Akhirnya Bisa Menerapkan PSBB

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie sudah menyiapkan infrastruktur untuk penerapan PSBB. Hal ini lantaran pada permohonan sebelumnya Gorontalo pernah ditolak oleh Menkes. Foto : Ist.
Jakarta - Pemerintah Provinsi Gorontalo akhirnya bisa menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) setelah permohonannya disetujui Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. Persetujuan Menkes itu berdassar surat nomor HK.01.07/Menkes/279/2020 tanggal 28 April 2020.

Permohonan Gorontalo disetujui lantaran daerah itu perkembangan covid-19 meningkat signifikan. Hingga tanggal 25 April 2020, total pasien positif COVID-19 di Gorontalo sudah mencapai 14 orang. Sebanyak enam pasien dari Kota Gorontalo, satu pasien dari Kabupaten Gorontalo, satu Pasien dari Kabupaten Boalemo, dua pasien dari Kabupaten Pohuwato, empat pasien dari Bone Bolango, sedangkan Kabupaten Gorontalo Utara nol pasien.

Dengan telah disetujui permohonan penerapan PSBB ini, Provinsi Gorontalo wajib menerapkannya secara konsisten dan mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan bersih. PSBB di Gorontalo diterapkan selama 14 hari dan bisa diperpanjang setelah ada evaluasi dan pertimbangan tertentu.

Permohonan PSBB di Provinsi Gorontalo ini sebelumnya pernah ditolak Menkes. Namun, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mencari alternatif lain untuk mencegah penyebaran covid-19 di wilayahnya. Kala itu Rusli menginstruksikan untuk menerapkan pembatasan sosial di daerah, salah satunya dengan memperketat akses masuk darat, laut dan udara. Setiap penumpang yang masuk akan dilengkapi dengan pemeriksaan rapid test. Jika yang bersangkutan positif rapid test dan berstatus pendatang, maka akan dipulangkan saat itu juga.

“Kita bukan menutup tapi memeriksa. Contohnya di Posko Atinggola (perbatasan Gorontalo dan Sulut), ada masyarakat dari Sulawesi Utara yang ingin masuk Gorontalo. Ketika lihat ada indikasi maka saat itu juga dilakukan rapid test. Kalau dia masyarakat Gorontalo dia langsung kita karantina,” ujar Rusli kala itu.

Tak hanya itu, ia juga mengambil kebijakan untuk menujuk pasar tradisional. Penjual dan pedagang diminta untuk menggunakan aplikasi daring yang sudah ada di Gorontalo. Sudah menjangkau tiga kabupaten/kota di sana yang menggunakan aplikasi daring, yakni Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango.

Rusli juga telah menyiapkan tempat karantina di wilayahnya. Wisma haji dipersiapkan khusus untuk karantina. (AR/KM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.