Header Ads

https://daihatsu.co.id/

H. Radea Respati Paramudhita, SH, MH; "The Rising Star" Advokat dari Bandung

Meskipun masih muda, berbekal ilmu dan pengalamannya, ia menjadi Advokat yang memiliki karir mentereng di Bandung. Ditengah kesibukannya, ia tetap dapat mengembangkan diri di AAI.  

Sukses di usia muda tentu bukan hal mudah diraih setiap orang, selain takdir juga dibutuhkan totalitas, dedikasi serta fokus pada pengembangan diri untuk mencapainya. Ribuan kiat sukses dari para ahli banyak dijumpai diberbagai referensi, namun lagi-lagi tak semudah membalikan telapak tangan untuk menjalaninya.

Bukan hal yang tidak mungkin meraih kesuksesan di usia yang masih cukup mudah. Hal ini pun dibuktikan oleh sosok generasi milenial yang satu ini. Bukan hanya keberuntungan bermain didalamnya, totalitas pada satu hal dan fokus terhadap pengembangan diri adalah kunci untuk mencapai semuanya.

Mungkin ribuan cara sukses bisa didapat dari berbagai sumber, tapi balik lagi semuanya tidak akan semudah anda mengembalikan telapak tangan untuk meraihnya, hal ini dibenarkan oleh Advokat Muda dan sukses H. Radea Respati Paramudhita, SH., MH, sosok inspirasi generasi muda sukses saat ini.

Meniti Karir, seperti kata pepatah, bersakit-sakit dahulu bersenang kemudian itulah yang dirasa oleh pria asal kota kembang, Bandung Jawa Barat 22 November 1989 ini saat menjejakkan karirnya menjadi seorang Advokad.

Selepas menamatkan pendidikan ilmu hukum di Universitas Padjajaran Bandung, ia pun akhirnya melanjutkan pendidikannya dan berhasil pula meraih gelar Magister Hukum di usia yang terbilang masih cukup muda.

Baginya, jalannya untuk bisa meraih apa yang sudah dimilikinya sekarang ini tidak semanis hasilnya seperti apa yang dirasakannya saat ini, jalan berliku dan kerikil tajam pun pernah dilaluinya.

Bukan tanpa alasan, mengapa akhirnya memilih profesi sebagai seorang pengacara, karena memang ini adalah panggilan jiwa. “ini adalah sebuah profesi yang terhormat, selain itu saya bisa membantu banyak orang dengan ilmu yang saya miliki, baik itu yang tengah mengejar atau memperjuangkan kepentingannya dan melindungi kepentingan hukum seseorang sekalipun mereka memang bersalah tapi bagaimana caranya kepentingan hukumnya tidak dilanggar,” jelas Radea.

Ia mengisahkan, awal meniti karir sebagai seorang Advokat professional dimulai dari seorang pemagang dan firma hukum yang disinggahi adalah milik ayahnya sendiri.”Karena ayah saya adalah seorang Advokad dan mentor saya, jelas saya magang di kantor ayah saya sendiri, “ tukas ayah satu anak ini.

Namun, hal itu tak lantas membuat menjadi anak emas. Radea biasa ia disapa ini malah merasa tertekan karena harus memberikan yang terbaik bukan hanya untuk tempat dia bernaung tapi juga kepada mentornya yaitu ayahnya sendiri.

“Bicara masalah pahit itu, jelas pahit sekali, karena ini adalah beban moral terlebih ayah saya adalah sosok yang semuanya itu harus baik, misal di target 10 saya harus lebih dari itu,” tutur pria yang saat ini tengah sibuk melanjutkan Program Doktoral di Universitas Padjajaran Bandung.

Dah akhirnya buah dari perjuangannya selama ini terbuktinya nyata, meski masih seumur jagung karirnya didunia Advokasi tanah air bersama firma hukumnya Law Office H.Radea Respati & Partners tapi mereka memiliki klien tetap beberapa perusahaan ternama seperti misalnya: Wijaya Toyota Group, beberapa perusahaan property dan klien perorangan.

Advokat muda ini terbilang cemerlang perjalanan karirnya. Ia pun aktif di organisasi profesi Advokat, AAI.
Aktivitas Organisasi
 
Meski disibukkan dengan berbagai macam perkara dan menangani hal tersebut, namun bendahara PERADI ini pun tak pernah meninggalkan aktifitas amal dan sosialnya serta pengabdiannya kepada semua masyarakat,

Radea terbilang cukup aktif di berbagai organisasi dan salah satunya itu adalah di Asosiasi Advokad Indonesia (AAI) cabang Bandung. Pria yang gemar sekali olahraga sepak bola ini mengungkapkan bahwa AAI bukan sekedar sebuah organisasi tapi seperti rumah kedua baginya.

“Meski saya baru 2 tahun disini, tapi organisasi ini sangat bermanfaat bagi saya pribadi karena bukan hanya sebagai tempat silaturahmi antara pengacara, tapi organisasi ini mengajarkan banyak hal-hal baru khususnya ilmu-ilmu atau update terbaru di dunia advokasi, pastinya ini sangat bermanfaat banget bagi kita para anggotanya,” terang suami dari Insani Aeni.

Putra dari pengacara kondang DR. H. Asep Sapsudin, SH., MH,. mengatakan bahwa kedepannya AAI harus bisa selalu eksis dan semoga bisa menjaring atau merangkul semua kalangan di profesi yang sama.

“Semoga selalu bisa memberikan hal-hal terbaru untuk semua anggota dan yang kedua itu agar AAI sendiri bisa lebih menjaring semua kalangan, karena dulu organisasi yang satu ini kerap dinilai ekslusif dan banyak akhirnya yang tidak berani untuk bergabung di sini karenanya AAI khususnya di Bandung ini harus lebih merangkau semua lapisan dari para Advokad ini,” harap Radea kepada AAI.

Dan dibawah kepemimpinan dari Ketua DPC AAI Bandung, Wenda Alwi, SH, Radea yakin betul bahwa AAI khususnya di Bandung ini dapat melakukan dan mewujudkan apa yang diharapkannya itu, karena dia adalah sosok friendly, humble dan cerdas. “Beliau mampu pastinya melakukan hal itu karena memang beliau itu sosok cerdas dan friendly abis, kalau saya beri nilai itu, nilainya 9 (Sembilan),” tutup Radea tersenyum.(Tim Penulis/DD)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.