Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Hari Pertama Larangan Mudik, Bus AKAP dan Mobil Pribadi Nekat Mudik Diminta Balik



Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono mengatakan sekitar 1.400 kendaraan diputarbalikkan ke rumah masing-masing saat hendak mudik Lebaran 2020 melalui jalur tol.

Data itu, kata dia, diperkirakan tercatat dari Jumat (24/4) tengah malam pukul 00.00 WIB hingga siang hari.

"Dihitung sekitar 1.400 kendaraan sudah diputarbalikkan," kata Istiono.

Selain itu, ia menjelaskan penyekatan di jalan arteri sekitar 80 sampai 100 kendaraan yang dicegat untuk kemudian diminta putar balik. Jumlahnya, menurut dia dari seluruh titik penyekatan ada sekitar 1.600 kendaraan di jalur arteri.

Kendati demikian, jumlah tersebut dapat berubah lantaran pihak kepolisian masih melakukan penyekatan di sejumlah titik tersebut.

"Di arteri pun demikian, ada 16 titik," lanjut Istiono.

Selama menyekat jalur, Istiono menjelaskan bahwa situasi dan kondisi di setiap titik akan berbeda. Sebab, anggota kepolisian harus menyeleksi dan memilah kendaraan-kendaraan yang hendak melakukan mudik atau hanya berkegiatan sehari-hari.

"Karakteristik pengguna jalan di pagi hari berbeda dengan karakteristik pengguna jalan siang hari, sore, dan malam. Kami harus selektif," jelas dia.

Dalam penerapannya, Istiono menjelaskan bahwa kepolisian akan memaksimalkan sanksi dengan meminta pengemudi memutarbalikkan kendaraan ke rumah masing-masing apabila masih nekat melangsungkan kegiatan mudik selama masa pandemi Covid-19.

"Itu sudah maksimal ya diputarbalikkan. Itu balik ke rumah sudah sanksi," kata dia.

Menurut dia, sejumlah sanksi pidana berupa denda dan juga kurungan penjara akan diberlakukan bagi pemudik jika dikaitkan dengan Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan.

Namun, sejauh ini pihak kepolisian masih berupaya mengedepankan pemberian sanksi dengan meminta kendaraan untuk putar balik di tengah perjalanan.

"Kalau denda itu PSBB, itu denda karantina. Bisa diberlakukan jika kondisi memaksa," kata dia.

"Tidak mesti sanksi harus pidana," tambah dia.(CNN)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.