Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Hari Pertama PSBB di DKI Jakarta, Sosialisasi Masih Kurang

Penetapan pemberlakuan PSBB di Jakarta oleh Menkes pada 7 April 2020 ini masih belum sepenuhnya diketahuhi masyarakat. Lalu lintas di Jakarta malah mulai ramai paska 2 minggu lengang. Foto : Suara
Jakarta - Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto telah meneken surat persetujuan untuk penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta pada 7 April 2020 ini. Surat itu berlaku sejak ditandatangani, sehingga pada hari Selasa inilah pemberlakuan PSBB di ibukota.

Dari pantauan di lapangan, pada beberapa ruas jalan di Jakarta Selatan, pengguna jalan mulai ramai. Pun demikian dengan moda transportasi umum masih ramai penggunanya. Ojek online pun masih membawa penumpang di mana hal ini seharusnya tidak diperbolehkan saat penerapan PSBB.

Meski sempat beredar pesan hoax di media sosial mengenai adanya penyetopan di sejumlah ruas jalan di Jakarta Selatan, namun hal itu dibantah tegas oleh Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo.

Ia menandaskan informasi tersebut tidak benar alias hoax.

"Itu hoax," kata Kombes Sambodo dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (7/4/2020).

Sementara itu, Sambodo juga mengatakan, dalam penerapan PSBB di Jakarta ini, tidak diatur adanya pembatasan akses keluar-masuk Jakarta.

"Permenkes No 9 Tahun 2020 tidak mengatur pembatasan akses keluar-masuk Jakarta, yang ada adalah pembatasan penumpang," kata Sambodo.

Namun, saat ditanya lebih lanjut soal bagaimana mekanisme pembatasan penumpang tersebut, Sambodo belum bisa memastikannya.

Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta belum memutuskan soal pembatasan itu. Diharapkan setelah PSBB ditetapkan berlaku di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung memberikan petunjuk pelaksanaan dan sosialisasinya.

Hingga tulisan ini diturunkan, belum ada informasi dari Balai Kota Jakarta soal PSBB. Sosialisasi mengenai PSBB pun belum ada. (Red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.