Header Ads

https://daihatsu.co.id/

HMI Kecam Pemkab Halsel Terkait Masuknya TKA China di Tengah Pandemi Covid-19

Kabid Litbang HMI Cabang Bacan Sugiarto M. Taher. Foto : Sukadi.
Halsel - Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara, terkesan mengabaikan kondisi pandemi virus Corona atau Covid-19 yang saat ini meresahkan masyarakat. Mereka terkesan membiarkan tenaga kerja asing (TKA) asal China masuk di wilayah Halsel.

Bahkan TKA China itu masuk wilayah Halsel mengunakan kapal langsung dari Bitung. Kondisi ini membuat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bacan geram dengan hal tersebut.

Kepala Bidang Litbang HMI Cabang Bacan Sugiarto M. Taher kepada media ini menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir pandemi covid-19 atau yang lebih dikenal dengan virus corona telah mewabah di berbagai daerah di Indonesia, tidak terkecuali Maluku Utara lebih khusus kabupaten Halmahera Selatan.

Ia mengatakan, upaya pemerintah pusat yang mengintruksikan kepada perangkatnya sampai pada tingkat daerah agar melakukan pembatasan mobilitas masa, perkumpulan bahkan sampai pada tingkat pendidikan juga ikut di iburkan.

Sugiarto M. Taher menandaskan, instruksi presiden untuk membatasi aktivitas sosial tersebut tidak berbanding lurus dengan apa yang terjadi di Kabupaten Halsel, karena dua hari terahir masyarakat Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halsel dikejutkan dengan kedatangan TKA asal China yang menggunakan transportasi (kapal) dari Bitung langsung ke Desa Kawasi tanpa melalui protokol kesehatan atau pemeriksaan dari Dinas Kesehatan Halsel.

"Dengan penyebaran Virus Covid-19, Pemerintah  Halsel seharusnya membatasi TKA yang masuk di Halsel, agar Halmahera Selatan dijaukan dari penyebaran virus Corona," tandas Sugiarto M. Taher.

Maka dari itu, lanjut Sugiarto,HMI Cabang Bacan menyampaikan sikap terkait dengan hal tersebut. Pertama, mengecam keras PT Harita Group yang mengabaikan keselamatan protokol kesehatan dalam mewabahnya pandemi covid-19. Kedua, mendesak kepada Pemkab Halsel agar memberikan sanksi atau teguran keras kepda PT. Harita Goup. Ketiga, PT Harita Group dianggap gagal dan lalai dalam perekrutan TKA seolah-olah mengabaikan Perpres No 20 Tahun 2018. Keempat, meminta kepada Dinas Tenaga Kerja agar melakukan razia visa yang dianggap bermaslah seluruh TKA China yang ada di Desa Kawasi. Kelima, meminta kepada Pemkab Halsel agar mengisolasi 9 TKA asal China yang diluar pengawasan atau pemeriksaan kesehatan.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.