Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Jenazah Warga Aketobolo Kota Tikep Dimakamkan Menggunakan Protap Covid-19

Jenazah salah satu pasien di RSUD Tidore dimakamkan menggunakan protap Covid-19. Foto : Sukadi.
Tidore - Salah satu pasien asal Desa Aketobolo Kecamatan Oba Tengah Kota Tidore Kepulauan yang berusia 20 tahun meninggal di ruang isolasi RSUD Tidore sekitar pukul 22:00 WIT. Almarhumah merupakan pasien rujukan dari salah Puskesmas di wilayah Oba yang di rujuk ke RSUD Tidore pada Sabtu (25/4/2020) kemarin.

Berdasarkan hasil diagnosa pasien asal Aketobolo mengalami infeksi paru-paru, namun pihak rumah sakit dan Satgas Covid -19 melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban hingga pemakaman dilakukan mengunakan SOP Covid-19.

Proses pemakaman berdasarkan SOP Covid-19 sudah dilakukan dua kali di Kota Tikep. Pemakaman mengunakan SOP Covid-19 yang pertama di Kelurahan Maftutu dan yang kedua di Aketobolo Kecamatan Oba Tengah Kota Tikep.

Hal ini diungkapkan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tidore Kepulauan dr.Fahrizal Marajabessy. Menurutnya, berdasarkan hasil rapid test dinyatakan negatif, namun berdasarkan hasil rontgen almarhumah  memiliki riwayat penyakit lain yaitu infeksi paru-paru.

”Dia kan pasien rujukan dari Puskesmas Galala, dibawa ke RS hari Sabtu dengan kondisi sesak nafas, kemudian dirawat dengan gejala sesak nafas,” kata Fahrizal, Senin (27/4/2020).

Lebih lanjut Fahrizal mengatakan, saat dilakukan rapid test pasien itu dinyatakan negatif. Namun ada pemeriksaan kedua yang dilakukan, setelah dilakukan rontgen ditemukan adanya infeksi pada paru-paru.”Karena itu gejalanya lebih ke arah covid-19 dan untuk memastikan harus dilakukan swab test. Ini kasus mirip dengan kejadian di Mafututu,” tuturnya.

Fahrizal menambahkan, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan apakah pasien tersebut terpapar virus corona atau covid-19, karena belum sempat di lakukan swab. ”Data-data yang ada itu dia terinfeksi paru-paru, itu hampir semua paru-paru dia putih semua. Jadi tong (kami) agak khawatir karena usianya masih muda,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, menurut keluarganya almarhumah sempat mengalami penyakit asma namun jika penyakit yang dialami almarhumah adalah asma maka diberikan obat bisa sembuh. ”Kalo asma itu kasih obat saja sudah lega, tapi ini tarada tong so kase oksigen, obat karena pas liat foto kemarin paru-paru so putih samua,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Fahrizal mengatakan bahwa pasien dirujuk ke RSUD Tidore oksigen dalam darahnya hanya 40 persen. Almarhumah pun kemudian disholatkan serta dimakamkan sesuai dengan protap kesehatan covid-19.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.