Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Kalapas Kelas II B Pati : Masyarakat Tidak Perlu Khawatir dengan Napi yang Diasimilasi

Kebijakan Menhukham memberikan asimilasi kepada warga binaan menjadikan masyarakat khawatir akan menimbulkan kejahatan baru. Hal itu ditampik oleh Kalapas IIB Pati, Usman dalam wawancaranya dengan wartawan. Foto : Ist
PATI -  Pemberian asimilasi dan hak integrasi berupa pembebasan bersyarat terhadap 30.000 lebih narapidana melalui Peraturan Menteri Kementerian Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 menuai sorotan.

Masyarakat menilai upaya pemerintah dinilai kurang tepat, selain berpeluang untuk menimbulkan persoalan baru di masyarakat juga ada yang berpendapat narapidana lebih baik berada di dalam lembaga pemasyarakatan guna menjalani physical distancing dengan pengawasan dibandingkan berada di luar yang malah berpotensi terkena virus.

Apalagi, banyak masyarakat yang berpendapat dengan ekonomi yang sulit menjelang maraknya wabah Covid-19 yang sedang melanda, menganggap mantan warga binaan dari Lapas ini akan kembali berulah dan melakukan tindak kejahatan lagi.

Usman, Kalapas Kelas IIB Pati.
"Permasalahan itu sebenarnya terlalu dibesar-besarkan, misalnya di Lapas Pati ini, satupun napi yang diasimilasi ini, itu belum ada yang terdata melakukan tindak kejahatan lagi. Kalapun ada itu hanya sebagian kecil,"jelas Kepala Lapas Kelas IIB Pati Usman kepada wartawan Kamis (23/4/2020).

Menurutnya, sorotan masyarakat yang menganggap bahwa napi asimilasi kembali melakukan tindak kejahatan itu keliru, sebab saat ini bukan hanya di Indonesia, namun seluruh dunia, pandemik Covid-19 yang sedang melanda sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat. Contoh, masyarakat yang sebelumnya memiliki ekonomi menengah atau karyawan yang di PHK, bahkan yang dirumahkan guna mencukupi kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, sangat mempengaruhi mereka melakukan tindak kejahatan.

"Saya juga sering ikuti pemberitaan-pemberitaan, memang masyarakat sorotannya ke Napi, apalagi dengan instruksi menteri ada 30 ribu lebih Napi yang diasimilasi, namun sampai sekarang belum ada informasi yang kembali melakukan tindak kejahatan lagi," terangnya.

Masyarakat tidak perlu khawatir dengan warga binaan yang mendapat asimilasi, karena mereka sudah melalui proses dan pentahapan serta pembinaan dari Lapas Kelas IIB Pati. "Saya harap masyarakat tidak perlu resah dengan warga binaan yang mendapat asimilasi, kalaupun ada yang melakukan tindak kejahatan itu hanya satu dua orang saja dari sekian banyak warga binaan yang mendapatkan asimilasi, dan tindak kejahatan itu dilakukan biasanya karena kebutuhan," tuturnya.

Meski begitu, Usman berharap kepada warga binaan dari Lapas kelas IIB Pati yang mendapat asimilasi agar tetap berada di rumah, dan tidak boleh kemana-mana, hindari tindak kejahatan yang lain, dan mohon himbauan itu agar diikuti, karena akan berat bagi warga binaan yang mendapat asimilasi apabila melakukan tindak kejahatan lagi, maka akan dilakukan isolasi sampai masa bebas. "Untuk warga binaan yang ada di wilayah Pati, statusnya masih asimilasi, saya berharap agar tetap berada di rumah, dan hindari tindak kejahatan yang lain," tandasnya.

Kontributor : Wisnu

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.