Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Kejari dan IAD Pati Berikan Bantuan Kepada Masyarakat Yang Terdampak Covid-19


Pati - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati melakukan bhakti sosial dengan memberikan bantuan sembako kepada masyarakat Desa Wuwur, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati Jawa Tengah (Jateng).

Pemberian sembako tersebut melibatkan Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Kejaksaan terhadap masyarakat yang terdampak Virus Corona (Covid-19) yang saat ini sedang melanda dunia.

Kepala Kejari Pati Darmukit kepada wartawan menjelaskan, kegiatan bhaksos pemberian sembako itu bukan hanya kepada masyarakat, namun juga kepada seluruh staf Kejari Pati yang berprofesi sebagai clening service, honorer, satpam hingga purnawirawan dari Kejaksaan (Purnaja). "Jadi kita berikan sembako ini selain ke masyarakat juga ke staf kejaksaan yang berstatus honorer serta Purja," ujar Darmukit di ruang kerjanya, Kamis (16/4/2020).

Kegiatan ini, lanjut Darmukit, dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus corona, sehingga ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh masyarakat yang perlu didukung, diantaranya membiasakan diri untuk hidup disiplin dan selalu menjaga kebersihan. "Disiplin ini maksudnya harus didukung penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan sembako, serta selalu menjaga kebersihan, agar virus Corona ini tidak menyebar," ungkapnya.

Ketua IAD Ny.Endang Darmukit menyerahkan bantuan sembako ke masyarakat
Sementara itu, Ketua IAD Pati Ny. Endang Darmukit pada kesempatan itu menjelaskan, kegiatan bhakti sosial ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan Covid-19. Kegiatan ini dilakukan karena kepedulian IAD bersama dengan Kejari Pati, dan PJI untuk berusaha meringankan beban masyarakat yang terdampak virus corona.

"Ini kita lakukan karena ikut peduli kepada masyarakat agar selalu berada di rumah, dan selalu hidup disiplin menjaga kesehatan untuk memutus penyebaran virus corona," paparnya.

Ia berharap agar masyarakat selalu berada di rumah dan mengikuti petunjuk pemerintah, sebab apa yang disampaikan oleh pemerintah itu yang terbaik."Kalau kita dihimbau untuk tetap di rumah ya di rumah saja, jangan keluar-keluar kalau itu tidak penting sekali. Kalau semua bisa dilalukan di rumah work from home, itu sebaiknya masyarakat mengikuti," ujar Endang.

Selain itu, kata Endang, untuk masyarakat yang kondisi ekonominya menengah ke atas, agar membantu masyarakat yang tidak mampu dan melakukan sedikit empati terutama bagi masyarakat yang tidak mempunyai gaji bulanan atau gaji tetap. Apalagi dengan kondisi seperti ini, masyarakat susah mencari penghasilan, sehingga diharapkan masyarakat yang ekonominya di atas rata-rata, agar mau berbagi kepada sesama.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Wuwur Edi Sucipto mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako dan APD yang diberikan oleh Kejari Pati yang ikut peduli terhadap masyarakat yang terdampak akibat Virus Corona."Saya ucapkan terima kasih kepada Kejari Pati, yang ikut peduli dalam pencegahan virus Corona, dan mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

Terkait dengan kesiapan desa dalam menghadapi pandemi Covid-19, Edi mengatakan pihak desa sudah melakukan persiapan seperti membuat Posko Covid-19, penyediaan alat cuci tangan di tempat fasilitas umum, penyemprotan disinfektan di setiap rumah sesuai anjuran pemerintah, serta melakukan himbauan kepada masyarakat apabila ada yang pulang dari perantaun supaya bisa melapor kepada pihak desa, dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

"Kita sudah koordinasikan, apabila ada masyarakat yang pulang dari perantauan, agar melapor dan harus siap melakukan isolasi diri selama 14 hari, untuk memutus penyebaran virus corona," imbuhnya.(WIS)

Video Jurnalis : Wisnu

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.