Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Koperasi Milik Staf Khusus Presiden Mengajukan Dana Bergulir

Billy Mambrasar, Staf Khusus Presiden Jokowi dari Papua. Koperasi binaannya mengajukan dana bergulir Kementerian KUMKM. Foto : Ist.
Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyatakan koperasi binaan Billy Mambrasar, Staf Khusus Presiden RI belum memenuhi persyaratan untuk mendapatkan pinjaman dana bergulir, sehingga permohonan pinjaman yang sudah diajukan beberapa waktu lalu belum dapat dipenuhi. Begitu pun juga dengan PT Papua Muda Inspiratif (PMI).

“Dalam menyalurkan pinjaman dana bergulir, LPDB-KUMKM tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, dan berlaku sama untuk semua calon mitra penerima pinjaman,” kata Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo dalam siaran persnya, Sabtu (25/4/2020).

Pada pertengahan Februari 2020 lalu, Billy Mambrasar, mengajak rekan-rekan dari Papua Muda Inspiratif (PMI), sebuah gerakan kolaborasi anak-anak muda Papua berprestasi yang bertujuan mendorong percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua, untuk memaparkan program wirausaha mereka di Kementerian Koperasi dan UKM.

PMI ini berbentuk PT (Perseroan Terbatas) yang dimiliki secara kolektif oleh puluhan kaum muda dari 7 wilayah adat di Tanah Papua, dengan program utama mendorong peran anak muda agar lebih dominan bagi pembangunan di wilayahnya.

Para pendiri PT PMI ini memiliki prestasi dan pencapaian di berbagai bidang, seperti teknologi, sains, ilmu pengetahuan, seni dan hiburan, bahasa dan budaya, pendidikan, kesehatan, dan berbagai bidang lainnya. Hingga saat ini terdapat 308 jenis usaha yang tergabung di PT PMI, dengan 24 jenis usaha yang didukung oleh Kemenkop UKM.

“Jadi, sekali lagi, tidak benar bahwa ada pembiayaan terhadap PT PMI. LPDB KUMKM harus tetap menjalankan azas kehati-hatian dan mengikuti kebijakan kementerian,” tegas Supomo.

Supomo juga menegaskan pihaknya belum pernah memberikan pinjaman atau pembiayaan dana bergulir kepada PT PMI untuk membiayai program Gerakan Papua Muda yang diperuntukkan bagi lebih dari 308 orang wirausaha muda dalam rangka memberdayakan dan memajukan wirausahawan muda di Papua dan Papua Barat.

"Pinjaman kredit dana bergulir LPDB-KUMKM sesuai arahan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, hanya disalurkan melalui koperasi,” ujar Supomo.

Kemenkop dan UKM sangat mengapresiasi dan mendukung penuh upaya pengembangan wirausaha rintisan di Papua. Hal itu karena Presiden Jokowi mempunyai perhatian besar untuk pembangunan Papua. Agar semakin banyak kaum muda di Papua yang berminat untuk menjadi usahawan mandiri.

“Kami sedang mencari upaya untuk membantu para wirausahawan muda Papua, baik melalui kegiatan pelatihan, pembiayaan, maupun bentuk lainnya,” papar Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM belum lama ini.

Terdapat skema pembiayaan dana bergulir LPDB di Kemenkop dan UKM, namun saat ini skema pembiayaan tersebut hanya diperuntukkan bagi koperasi. Di awal masa jabatan Menkop UKM Teten Masduki, sudah menegaskan dalam bentuk kebijakan bahwa 100% dana dari LPDB-KUMKM harus disalurkan kepada koperasi, terutama pada sektor riil.

“Sehingga kami sedang menyarankan agar kelompok wirausahawan muda Papua seperti yang tergabung dalam PT PMI untuk membentuk koperasi. Tentu saja, bila diperlukan, kami dapat membantu dan membimbing pembentukan koperasi, agar mereka bisa mendapatkan pembiayaan melalui LPDB. Alternatif lain terkait pembiayaan juga sedang kami bantu upayakan melalui pembiayaan perbankan, yaitu KUR dengan bunga yang rendah, yang sangat memungkinkan untuk membiayai mereka,” katanya.

Bahkan, seperti disampaikan Menkop UKM Teten saat pelantikan Supomo sebagai Dirut LPDB-KUMKM, ditegaskan agar LPDB-KUMKM ke depannya dapat menyalurkan pembiayaan melalui koperasi-koperasi unggulan yang bergerak di sektor produksi yang dapat meningkatkan produksi barang dan jasa, terutama komoditas pangan, teknologi, maritim, dan sebagainya.(AR/RR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.