Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Luhut Nyatakan KRL Jabodetabek Tetap Beroperasi

Luhut Binsar Panjaitan,  Menhub ad interim. 
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga sebagai Menteri Perhubungan ad interim mengatakan kereta commuter line (KRL)  di Jabodetabek masih tetap beroperasi meskipun wilayah Jabodetabek dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pengoperasian moda transportasi massal itu tentunya harus menaati rambu-rambu dalam PSBB. Pengoperasian KRL ini guna mengakomodasi mereka yang masih bekerja di sektor yang dikecualikan dalam PSBB seperti sektor kesehatan.

Pengoperasian KRL itu nantinya sampai dengan bantuan sosial dikucurkan oleh pemerintah.

Hal itu diutarakan Jodi Mahardi,  Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.  Dalam keterangannya ia menyampaikan, Luhut tidak menginginkan mereka yang menggunakan moda transportasi KRL yang merupakan pekerja sektor yang dikecualikan menjadi terdampak apabila pengoperasian KRL distop.

Ia pun menandaskan Luhut tidak mau pekerja dari delapan sektor yang dikecualikan itu menjadi terdampak lantaran operasional KRL distop. Hingga Jum'at (17/4) kemarin, penumpang KRL masih membludak meskipun sudah ada himbauan untuk menaati aturan PSBB.

Melihat hal itu, Luhut meminta agar Pemprov DKI Jakarta tegas menindak perusahaan-perusahaan yang bergerak si luar delapan sektor yang dikecualikan itu apabila masih membandel beroperasi dan mewajibkan karyawannya bekerja di kantor.

Menurutnya, apabila tidak ditindak tegas,  PSBB yang dilaksanakan tidak akan berjalan efektif.

Sementara itu,  Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri menjelaskan, KRL di Jabodetabek yang telah ditetapkan berstatus PSBB, pengendalian yang dilakukan adalah dengan pembatasan dan bukan menutup atau melarang sama sekali. Hal itu untuk melayani kegiatan dan pekerjaan yang dikecualikan selama PSBB.

“Yang akan dilakukan adalah membatasi jumlah penumpang untuk menjaga jarak (physical distancing), membatasi jam operasional dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dan menempatkan petugas yang akan mengawasi pelaksanaan physical distancing,” tandas Zulfikri.(RED)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.