Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Akan Segera Dibuka

Masjidil Haram akan segera dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi. Foto : Ist
Jakarta - Pemerintah Arab Saudi dikabarkan akan kembali membuka dua Masjid suci yakni Masjidil Haram dan Nabawi, di Mekah dan Madinah. Kepala pengurus dua masjid tersebut memberikan kabar ini sebagaimana dikutip dari Saudi Gazette, Kamis (30/4/2020).

Syekh Abdul Rahman Al-Sudais, Kepala Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci mengatakan jamaah akan bisa kembali melakukan ibadah dan mengunjungi masjid.

"Hari-hari (akan datang) ketika kesedihan akan diusir dari umat Islam dan kita kembali ke Dua Masjid Suci untuk Thawaf (mengelilingi Ka'bah Suci), Sa'i (ritual perjalanan antara bukit Safa dan Marwa) dan Shalat di Al-Rawdah Sharif dan menyapa Nabi (saw)," katanya dalam sebuah video.

Kabar baik juga disampaikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun Twitter resminya, kementerian meyakinkan bahwa jamaah akan bisa beribadah lagi di tempat suci yang ada di negara itu.

"Insya Allah, di bawah kepemimpinan pemerintah kita yang bijaksana, dan sejalan dengan komitmen kita untuk mematuhi prosedur dan instruksi yang dikeluarkan oleh otoritas yang kompeten, akan ada kunjungan kembali ke Mekah, dengan membuka kembali Haram dan kembali untuk mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah untuk umat beriman dari seluruh penjuru dunia ... perasaan kaum Muslim adalah perasaan kami dan kami memiliki dukungan dari mana-mana."

Kabar ini disampaikan pemerintah Arab Saudi setelah sebelumnya ramai mencuat isu ibadah haji di 2020 kemungkinan akan ditunda. Pemerintah Arab Saudi telah menghentikan sementara kedatangan jamaah umroh sejak 27 Februari 2020 lalu.

Pemerintah Arab Saudi juga telah meminta umat Muslim di seluruh dunia untuk menunggu waktu yang tepat dalam merencanakan ibadah haji pada awal April lalu.

"Arab Saudi sepenuhnya siap untuk melayani peziarah ... Tetapi dalam keadaan saat ini, ketika kita berbicara tentang pandemi global ... kerajaan lebih tertarik untuk melindungi kesehatan umat Islam dan warga negara," kata Menteri Haji Saudi Mohammad Benten kepada televisi Al-Ekhbariya yang dikelola pemerintah, sebagaimana ditulis AFP.

"Karena itu kami telah meminta saudara kami Muslim di semua negara untuk menunggu terlebih dahulu melakukannya (haji), sampai situasinya jelas."

Namun demikian, keputusan apakah ibadah haji tahun ini akan ditunda atau tidak belum diputuskan. Pelaksanaan ibadah haji di tahun ini sepertinya akan diputuskan pertengahan bulan Ramadan atau Mei 2020 ini. Hal itu sebelumnya terungkap dalam komunikasi antara Pakistan dengan pemerintah Saudi.

Menteri Urusan Agama Federal Pakistan, Noorul Haq Qadri mengatakan keputusan apakah ibadah haji akan dilakukan tahun ini atau tidak akan ditentukan dalam waktu dekat ini. Keputusan diambil langsung Raja Salman.

"Kami terus berhubungan dengan kementerian haji Saudi," kata Qadri dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari The Express Tribune pada pertengahan April ini.

"Izin untuk melakukan haji mungkin terbatas pada penduduk Arab Saudi. Negara-negara Teluk lainnya atau kuota untuk negara lain dapat dikurangi hingga 10%. Keputusan terakhir tentang ibadah tahun ini akan dibuat oleh Raja Salman sendiri," katanya, sebelum menambahkan bahwa pemerintah telah memberi tahu semua operator haji tentang keputusan yang dibuat oleh otoritas Saudi dan pengaturan telah ditunda untuk saat ini.(CNBC)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.