Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Masyarakat dan Pedagang Abaikan PSBB Waktu Berburu Takjil di Perum Pondok Cipta Bekasi Barat


Bekasi - Sudah menjadi kebiasaan waktu bulan Ramadhan, penjual takjil dadakan muncul bak jamur di musim penghujan. Penjual musiman itu biasanya menggelar lapaknya sewaktu sore hari menjelang waktu berbuka puasa.

Para penjual dadakan itu menggelar dagangannya di pinggir-pinggir jalan, baik jalur utama maupun komplek perumahan dan perkampungan. Mereka terkesan abai terhadap situasi yang terjadi di Indonesia bahkan dunia belakangan ini, yakni pandemi corona virus disease alias covid-19 yang sangat berbahaya.

Himbauan untuk physical distancing atau menjaga jarak antar orang yang satu dengan lainnya seolah tak dihiraukannya. Apalagi ketika di wilayahnya sudah menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti halnya Kota Bekasi.

Kondisi itu terlihat di jalan masuk utama Perumahan Pondok Cipta Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Hampir setiap sore hari mulai hari pertama puasa terlihat banyak penjual takjil di sepanjang jalan masuk hingga bundaran di dalam kompleks. Mereka seolah abai terhadap peraturan PSBB yang telah diterapkan di Kota Bekasi.

Pun demikian dengan masyarakat yang hendak berburu takjil. Mereka terlihat berdempet-dempetan sewaktu membeli jajanan takjil dan tidak menjaga jarak lagi.

Jalanan utama di kompleks itu pada sore hari terlihat macet. Pemandangan ini selayaknya terjadi pada Ramadhan-Ramadhan tahun sebelumnya. Padahal, tak jauh dari sana ada Pos Polisi, yang seharusnya dapat menertibkan kerumunan massa itu.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi, Senin (27/4) kepada wartawan mengatakan pihaknya dilematis terhadap fenomena itu. Ia mengatakan, di satu siti para penjual butuh pemasukan dan di sisi lain masyarakat memerlukan jajanan untuk berbuka puasa.

Pepen, begitu ia akrab disapa, mengharapkan para penjual takjil bisa memanfaatkan teknologi dengan menjajakan secara online. Masyarakat diharapkan juga tidak berkumpul dalam membeli takjil, dan terus mematuhi aturan PSBB. Apabila tetap berkerumun, pihaknya akan segera mengambil tindakan terhadapnya. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.