Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Muhammad Syarifuddin Terpilih sebagai Ketua MA

Muhammad Syarifuddin akhirnya terpilih sebagai Ketua MA periode 2020-2025. Foto : Ist
Jakarta - Di tengah pandemi virus corona pemilihan ketua Mahkamah Agung berjalan dengan lancar. Muhammad Syarifuddin akhirnya terpilih sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) yang ke-14 menggantikan ketua MA sebelumnya Hatta Ali.

Muhammad Syarifuddin terpilih menjadi Ketua MA setelah mendapatkan 32 suara hakim agung. Koleganya, Andi Samsan Nganro mengantongi suara sebesar 14 suara. Sementara satu suara dinyatakan abstain, yakni suara Hatta Ali.

"Berdasarkan berita acara hasil perhitungan suara, ternyata yang mulia Doktor Haji Muhammad Syarifuddin telah mendapatkan suara sejumlah 32 suara," ujar Ketua MA Muhammad Hatta Ali dalam Sidang Paripurna Khusus Pemilihan Ketua MA di Gedung MA, Senin (6/4/2020).

Muhammad Syarifuddin, Ketua MA 2020-2025. Foto : Ist
Hatta Ali menyatakan berdasarkan Keputusan Ketua MA Nomor 96/KMA/SK/IV/2020 tentang Peraturan Tata Tertib Pemilihan Ketua Mahkamah Agung, Pasal 7 huruf 1 menyatakan calon Ketua Mahkamah Agung yang mendapatkan suara terbanyak dalam putaran kedua, maka langsung ditetapkan sebagai Ketua MA terpilih.

Berikut hakim agung yang memiliki hak dipilih dan memilih Ketua MA periode 2020-2025: 1. Hatta ali (tidak memilih)
2. M Syarifuddin
3. Sunarto
4. Takdir Rahmadi
5. Supandi
6. Amran Suadi
7. Suhadi
8. Burhan Dahlan
9. Andi Samsan Nganro
10. I Gusti Agung Sumanantha
11. Samsul Ma'arif
12. Andi Abu Ayyub Saleh
13. Samal Luthan
14. Yulius
15. Surya Jaya
16. Sri Murwahyuni
17. Sofyan Sitompul
18. Nurul Elmiyah
19. Dudu Duswara
20. Harry Djatmiko

Perjalanan Karir Muhammad Syarifuddin
 
Perlu diketahui, Syarifuddin sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) bidang Yudisial. Jabatan ini diembannya sejak 2016. Hakim Agung kelahiran Baturaja 1954 ini juga pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni UII, menggantikan Mahfud MD.

Muhammad Syarifuddin memiliki perjalanan karier yang cemerlang dan cepat. Dia memulai karier sebagai calon hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh pada 1981. Selanjutnya, Ia ditempatkan sebagai hakim di PN Kutacane sejak 1984. Setelah tujuh tahun menjadi hakim di sana, dia dimutasi ke PN Lubuk Linggau sampai dengan 1995. Kariernya makin naik dengan diangkat sebagai Wakil Ketua PN Muara Bulian, Jambi.

Kemudian Syarifuddin diangkat sebagai Ketua PN Padang Pariaman dan akhirnya pulang ke kampung halaman sebagai Ketua PN Baturaja pada 1999.

Rekam jejaknya membawa dia masuk Ibu Kota Jakarta. Syarifuddin dipercaya sebagai hakim di PN Jakarta Selatan. Hanya berselang dua tahun, ia mendapat promosi sebagai Wakil Ketua PN Bandung periode 2005-2006 dan kemudian menjadi Ketua PN Bandung pada 2006.

Perjalanan M.Syarifudin sebagai ketua Pengadilan Negeri, terus meroket. Kemudian ditunjuk sebagai hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Palembang. Setelah itu, dia enam tahun menjabat sebagai Kepala Badan Pengawasan (Bawas) MA. Syarifuddin juga pernah dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil MA ketika masih menjabat Kepala Bawas MA.

Tahun 2013 menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah karier Syarifuddin. Komisi III DPR menetapkannya menjadi hakim agung bersama tujuh kolega lainnya pada 23 Januari 2013. Ketua MA pun melantik Syarifuddin menjadi hakim agung pada 11 Maret 2013.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 28 Mei 2015 dia diangkat sebagai Ketua Kamar Pengawasan MA. Berselang satu tahun berikutnya, melalui proses pemilihan demokratis di MA, doktor lulusan Universitas Parahiyangan ini resmi menjabat sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial.(BH/RED)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.