Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Oknum ASN di Klaten Minta Maaf karena Memojokkan Institusi TNI di Medsos

Oknum ASN di Kantor BPKAD Klaten meminta maaf lantaran komentasnya yang kurang baik tentang TNI. Foto : Suara Merdeka.
Klaten - Lagi-lagi ada saja oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertindak kurang bijak dalam bermedia sosial alias medsos. Kali ini terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Seorang oknum ASN di Pemerintah Kabupaten Klaten, tepatnya ia bertugas di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Derah (BPKAD). Nama oknum ASN itu adalah Suyatno. Lantaran komentar yang kurang bijak tentang TNI, ia harus berurusan dengan lembaga pertahanan dan kemanan negara itu.

Suyatno pada Selasa (14/4) lalu, berkomentar di postingan berita tentang pencurian kabel telkom yang melibatkan oknum TNI di grup facebook Info Seputar Klaten (ISK). Komentar Suyatno berbunyi: "TNI jago merangkak mulo pinter nldesep sajake dadi maling go gawean baku. TNI mung sampingan.”

Ia pun akhirnya meminta maaf atas postingan komentarnya yang menyinggung TNI.

Permintaan maaf disampaikan dihadapan Dandim 0723 Klaten Letkol Kav Minarso di Makodim Klaten, Senin (20/4).

”Saya Suyatno, meminta maaf kepada seluruh TNI di Indonesia atas postingan saya di grup facebook ISK yang membuat TNI tidak nyaman. Saya minta maaf atas kekhilafan saya dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” katanya.

Permohonan maaf itu disampaikan dengan didampingi Kabid PAD BPKAD, Riyan Wijaya di depan kalangan media Klaten.

”Saya ucapkan terima kasih karena Suyatno mau untuk minta maaf kepada institusi yang diciderai. Kami mewakili TNI menerima permintaan maaf,” kata Dandim.

Menurut Dandi 0723 Klaten Letkol Kav. Minarso, tak ada niat tindak lanjut atau menghukum seseorang, tapi kami hanya ingin kejujuran karena ini menyangkut institusi.

Postingan seperti itu bisa dijerat dengan Undang-undang (UU) ITE tentang pencemaran nama baik.

”Sekarang ini kita harusnya fokus pada penanganan bencana Covid-19 sehingga tidak habis waktu untuk hal seperti ini. Harusnya sesama instansi negara tidak saling menjelekkan, harusnya kita sama-sama mengabdi pada bangsa dengan lebih baik,” tegas Dandim.

Apa yang dilakukan Suyatno sangat tidak pas dilakukan pada situasi seperti ini.

“Harus saling menghargai, hal itu juga berlaku pada anggota kami bila menjelek-jelekan institusi lain,” ujar dia.

Pada dasarnya TNI berada pada satu komando, apa yang jadi kebijakan pimpinan itu yang dilakukan. Dandim sudah menyampaikan masalah itu ke jajaran, dan minta anggota fokus laksanakan tugas pencegahan Covid-19.

Kabid PAD Riyan Wijaya mengatakan, masalah itu sudah diselesaikan dengan baik. Hal itu akan jadi bahan pembinaan ASN.

Soal penegakkan disiplin ASN, dia akan menunggu hasil kajian tim penegakkan disiplin dan pembinaan ASN.(SM/SR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.