Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Oknum PNS Pemkot Tikep Ditangkap karena Narkoba

Ilustrasi Polres Kota Tikep melakukan konferensi pers mengenai penangkapan tersangka narkoba. Foto : Maluttimes
Tidore - Ditengah semua pihak berjibaku melawan wabah virus corona atau Covid-19, salah satu oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) yang berinsial R alias A bersama satu rekanya diringkus unit Resmob Polres Kota Tikep di kediamannya di Kelurahan Tuguwaji Kecamatan Tidore. Mereka diduga hendak mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

AKP Dedy Yudanto saat dikonfirmasi wartawan Selasa (14/4) mengatakan, membenarkan kejadian itu. Lebih lanjut ia menceritakan, pada Jum'at tanggal 3 April 2020 pukul 01.50 WIT Unit Resmob Polres Kota Tidore Kepulauan mendapat infomasi bahwa saudara yang berinsial R bersama temannya mengkonsumsi narkotika di kediaman R beralamat KelurahanTuguwaji Kecamata Tidore. Kemudian Unit Resmob bergerak menuju ke kediman R, dan ternyata benar hingga dilakukan pengerbekan dan mengamankan tersangka yang Insial R alias A dan salah sutu rekannya berserta barang bukti ke Polres Kota Tikep.

"Dari hasil penggrebekanitu, barang bukti yang diamankan berupa satu paket kecil dikemas dalam plastik kecil, diduga barkotika jebis sabu-sabu beratnya 0,3 gram, satu tipet yang sudah terisi namun pelaku belum sempat melakukan, barang bukti alat isap sebanyak tiga, HP SAMSUNG, Kartu ATM dan KTP tersangka," ungkap Kasat Reskrim Polres Tidore AKP Dedy Yudanto.

Barang bukti yang berhasil diamankan polisi. Foto: Sukadi.
Lebih lanjut Dedy mengutarakan, setelah dilakukan cek urin terhadap kedua orang itu hasilnya berbeda karena satu positif dan satu negatif. Bedarkan hasil tes urin pelaku berinsial R alias A positif mengkonsumsi sabu-sabu.

"Berdassrkan data yang positif mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu adalah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tikep. Tersangka di kenakan Pasal 127 juncto Pasal 54 Undang-Undang Narkotika," tandas Dedy Yudanto.

Dia menambahkan, berdasarkan informasi bahwa pelaku PNS sudah cukup lama ketergantungan. Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka ketergantungannya itu sudah dua tahun.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.