Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Pemkab Halut Dinilai Belum Maksimal Tanggulangi Covid-19

Sofyan M. Saleh Sekertaris Fraksi Gerakan Amanat Hati Nurani DPRD Halmahera Utara. Foto : Ist
Tobelo - Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara (Halut) dalam menanggulangan pandemi Corona Virus Disease ( Corona-19) dinilai belum maksimal.

Hal tersebut disampaikan Sekertaris Fraksi Gerakan Amanat Hati Nurani DPRD Halmahera Utara, Sofyan M. Saleh, Selasa (14/04/2020).

Menurutnya, setelah melakukan pemantauan di lapangan maka pihaknya meminta Pemkab untuk segera mengambil langkah serius terkait persoalan kasus virus Covid-19 baik dengan melakukan pemantauan akses keluar masuk seperti di jalur Togoreba Kecamatan Kao Barat yang menghubungkan dengan Kecamatan Ibu kabupaten Halmahera Barat.

"Tidak ada Posko Covid-19 di Togoreba, padahal akses sangat lancar dari Kecamatan Ibu ke Halut melalui Togoreba," ungkapnya.

Politisi Partai Gerindra ini menambahkan pembentukan posko Covid-19 di Togoreba sangat  penting dilakukan mengingat Kabupaten Halmahera Utara juga memiliki potensi yang besar untuk penyeberan virus corona karena aktivitas orang masuk sangat terbuka.

"Khususnya kita di wilayah perbatasan harus di buat posko Covid-19, di pintu masuk perbatasan karena warga yang masuk ke Halut itu, ada penumpang kapal dari Manado melalui Halbar," tandasnya.

Sofyan juga mengatakan hasil konfirmasi dengan petugas kesehatan yang berada di Kao Barat, bahwa mereka sangat siap untuk ditempatkan di Posko Covid-19 Togoreba apabila dibangun Pemkab Halut. Hanya saja Pemkab Halut juga harus siapkan Alat Pelindung Diri (APD). "Intinya mereka para medis siap melaksanakan tugas di Posko Covid-19, namun Pemkab Halut juga menyiapkan sarana prasaran termasuk kebutuhan Posko," kataya.

Selain itu, lanjut Soyan, di Posko Covid-19 Tetewang juga didapati keluhan soal konsumsi bagi petugas, sebab pemilik rumah makan yang sudah ditunjuk oleh Pemda untuk melayani petugas tidak lagi memberikan karena alasan keterlambatan pembayaran.

"Jadi biasanya petugas tinggal mengambil makanan di rumah makan yang sudah dipesan Pemkab tapi karena alasan terlambat pembayaran sehingga dihentikan sementara," ujarnya.

Sofyan mengusulkan agar setiap pintu masuk disediakan mobil ambulance, ketika ada orang dari luar daerah zona merah pandemi Corona langsung diangkut ke tempat Karantina. "Ada juga yang kami terima kaluhan dari masyarakat, bahwa mahasiswa yang pulang ke daerah dibiarkan berkeliaran bebas, ini juga harus jadi pehatian serius," katanya.

Lantaran hal itulah Sofyan menandaskan, melalui Fraksi Gerakan Amanat Hati Nurani DPRD meminta Pemkab Halut untuk melakukan langkah-langkah kongkrit dalam menanggulangi penyebaran virus Corona (Covid-190).

"Saran saya dengan telah mengetahui hal-hal yang terjadi di lapangan, semua harus bekerjasama seluruh elemen pemerintah sampai tingkat desa,  DPRD, aparat dan juga melibatkan seluruh masyakarat di Halut," tandasnya.

Sementara itu, Pemkab Halut melalui Juru Bicara Satgas Covid-19, Deky Tawaris mengatakan dalam upaya menanggulangan pandemi Corona Virus Disease (Corona-19) dan penanganan di Kabupaten Halut agar tidak menyebar kemana-mana maka Pemerintah daerah melaui Satgas Covid telah membuat beberapa kebijakan strategis, diantara membatasi pergerakan orang masuk dan keluar. Pada beberapa tempat, seperti di pelabuhan sudah dihentikan aktivitas."Misalkan KM Sunlia tujuan Manado-Tobelo sudah dihentikan. KM. Giovani melintas Loloda, yang pasti pemerintah masih buka perhubungan laut dari Manado, Bitung-Gorua dan Morotai melalui kapal Fery," jelas Deky Tawaris, kepada wartawan, Selasa (14/04/2020).

Begitu juga untuk jalur darat, masih menurut Deky, ditekankan bahwa orang yang bukan ber-KTP Tobelo sementara dibatasi, tetapi kalau ber-KTP Tobelo kemudian masuk, harus melalui proses Karantina baik mandiri maupun Karantina terpusat.

"Pemda telah nenyediakan hotel karantina terpusat di Bryken hotel dan Atonia hotel untuk tenaga medis, itu bagi orang yang berstatus ODP dan PDP yang masih ringan," katanya.

Deky menambahkan kaitannya dengan pembatasan jalan masuk memang telah disepakati waktu di persempit. "Untuk ruas jalan Tobelo-Sofifi dan Halbar-Tobelo, dibuka mulai jam 06.00 WIT hingga 18.00 WIT di atas jam itu tim diharapkan lagi tidak ada yang melintas," jelasnya.

Sementara untuk jalur Togoreba Tua, lanjut Deky, diperankan oleh relawan-relawan desa yang telah dibentuk di setiap desa sehingga pada jam tertentu telah membatasi aktivitas. "Jadi ruas jalan untuk pintu masuk Togoreba Tua ke Tobelo telah ditangani oleh Satgas Desa, dan pembatasan waktu seperti di tempat-tempat yang lain," tambahnya.

Deky juga mengatakan, anjuran pemerintah agar ada kesadaran masyarakat bersama pemerintah daerah membangun komitmen bersama meningkatkan kesiagaan sehingga di Kabupaten Halut tidak ada yang terinfeksi Corona.

"Perlu kami sampaikan ke masyarakat bahwa berdiam diri di rumah akan lebih baik, mencuci tangan itu penting kemudian menggunakan masker bagian terpenting lagi, tentu kita sama-sama menghidari penyebarab Covid 19 di Halut," tandasnya.

Deky mengaku memang belum 100 persen upaya pemerintah. Namun pihaknya melakukan tahap demi tahap yang telah dikerjakan dengan standar-standar. "Mudah-mudahan upaya yang sudah dilakukan dapat melindungi masyarakat agar selamat. Jadi jangan cuma tahu bicara banyak, duduk badiam kemudian kritik orang, kalau pendapat sendiri jangan bawa-bawa nama lembaga," tegasnya.(RHM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.