Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Penerbangan Domestik Distop, Tapi Penerbangan Internasional Normal; Ada Apakah Ini?

Penerbangan internasional masih beroperasi normal. Hal ini sangat disayangkan oleh sejumlah pihak. Foto : Ist
Banten - Sejak larangan mudik dikeluarkan Presiden Joko Widodo dan ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Perhubungan No 25 tahun 2020, tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), beberapa bandara telah memberhentikan layanan penerbangan komersial untuk penumpang. Mulai tanggal 24 April kemarin, Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdana Kusuma, Kualanamu Medan hingga Sultan Iskandar Muda Aceh ditutup. Namun untuk pesawat cargo maupun keperluan khusus masih diperbolehkan.

Meskipun demikian, bandara-bandara tersebut masih melayani penerbangan komersial internasional untuk penumpang. Berdasarkan pantauan media ini, penerbangan internasional tersebut masih terjadwal di Bandara Soekarno-Hatta.

Mengenai adanya diizinkannya penerbangan internasional ini, Vice Presiden PT Angkasa Pura II (Persero) Yado Yarismano mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan mengenai diizinkannya penerbangan internasional itu. Ia berdalih, Permenhub No.25 Tahun 2020 hanya mengatur penerbangan domestik saja, sehingga penerbangan internasional tetap diizinkan normal.

"Kami sudah berkoordinasi dengan regulator penerbangan sipil dalam hal ini Kemenhub, dan memang dinyatakan Permenhub No 25/2020 hanya mengatur larangan untuk penerbangan domestik, sehingga penerbangan internasional masih tetap dapat dioperasikan," kata Yado melalui keterangan resminya, Sabtu (25/4).

Penerbangan domestik sendiri sudah sepenuhnya tidak beroperasi hari ini. Untuk itu, Yado mengimbau agar pemegang tiket penerbangan domestik dapat menghubungi maskapai terkait. Sehingga bisa segera diberikan penjelasannya.

"Larangan penerbangan domestik dari dan ke wilayah PSBB dan atau atau zona merah berlaku penuh 100 persen," jelas Yado.

Ia juga menambahkan, seluruh bandara PT Angkasa Pura II tetap beroperasi dengan memperhatikan ketentuan di dalam Permenhub 25 tahun 2020.

Sesuai peraturan tersebut, penerbangan yang masih dilayani di bandara nasional termasuk bandara PT Angkasa Pura II adalah sarana transportasi yang digunakan untuk pimpinan lembaga tinggi RI dan tamu kenegaraan.

Selain itu ada juga untuk operasional kedutaan besar, konsulat jenderal dan konsulat asing serta perwakilan organisasi internasional di Indonesia, operasional penerbangan khusus repatriasi untuk pemulangan warga negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA).

Apabila latar belakang pelarangan itu adalah faktor penyebaran covid-19, seharusnya penerbangan internasional juga dilarang. Kekhawatiran besar juga pergerakan orang asing keluar maupun masuk ke Indonesia juga dapat membawa virus corona. (RTM/KM)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.