Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Penggunaan Anggaran Covid-19 Harus Diawasi

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan Abdurrahman. Foto : Sukadi
Tidore - Angaran penangan penyebaran wabah virus corona atau covid-19 di Kota Tidore Kepulauan melalui Dana Tak Terduga (DTT) sebagaimana diungkap sebelumnya sebesar Rp 15 milyar lebih. Pemerintah melalui Satgas Covid-19 Kota Tidore Kepulauan telah melakukan pencairan angaran sebesar Rp 9,9 milyar. Pencairan di tahap pertama sebesar Rp 2,5 Milyar dan pencairan di tahap kedua sebesar Rp 7,5 milyar.

Mengenai penggunaan anggaran penanganan Covid-19 itu, beberapa pihak meminta harus transparan dalam pemanfaatannya. Apalagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta turun tangan untuk mengawasi pemanfaatan anggaran penanganan covid-19 ini.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Jakarta Trubus Rahardiansyah kepada wartawan mengatakan, pengawasan oleh KPK dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap pemanfaatan anggaran penanganan covid-19 harus dilakukan. "Karena duit negara, tentu keterlibatan KPK dan BPK harus selalu mengawasi. Termasuk peran serta masyarakat seperti LSM dan lembaga-lembaga lain harus ikut mengawasi," kata pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardiansyah, di Jakarta, Selasa (21/4/2020).

Masyarakat di daerah juga menaruh perhatian dalam penanganan pandemi covid-19 ini. Hal ini tercermin dari pertanyaan mereka seputar pengunaan angaran yang telah dicairakan itu. Misalnya saja di Kota Tidore Kepulauan, di mana anggaran sebesar Rp 9,9 milyar sudah dicairkan. Masyarakat minta pemanfaatan anggaran oleh Satgas Covid-19 Kota Tidore tranparan dalam hal pengunaannya.

Mengenai tuntutan transparansi itu, Kabag Keuangan Kota Tidore Kepulauan, Mansyur, mengatakan, terkait dengan rincian angaran lasung saja konfirmasi ke Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), karena seluruh rincian keuangan sudah diserahkan di sana.

"Langsung saja konfirmasi di BPBD, karena kami (keuangan,-red) sudah menyerahkan seluruh pengunaan angarannya ke BPBD," ungkap Mansyur pekan kemarin.

Sementara itu, Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan Abdurrahman saat dikonfirmasi mengatakan, terkait dengan perincian angaran langsung saja konfirmasi dengan bagian keuangan.

Dia juga mengatakan, untuk anggaran Covid-29 BPBD mengunakan angaran sebesar Rp 3 milyar sekian.

"Angaran penangan Covid-19 BPBD mengunakan angaran sebesar Rp 3 milyar lebih," ungkap Abdurrahman.

Lebih lanjut Abdurrahman mengungkapkan, angaran masih dilakukan penyesuaian hingga belum bisa dipublikasikan, demikian halnya dengan rincian pengunaan angaran penanganan Covid-19.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.