Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Petani Nila Wilayah Tayu Terancam Gagal Panen

Pati - Para petani tambak ikan nila di wilayah Kecamatan Tayu Kabupaten Pati Jawa Tengah terancam gagal panen dan rugi milyaran rupiah. Hal itu menyusul ikan-ikan yang selama ini mereka pelihara banyak yang mati. Kematiannya mencapai 50 sampai 200 ekor/hari, padahal ikan nila yang dipelihara baru berumur 1 sampai 2 bulan.

Hamit, salah satu warga Desa Margomulyo Kecamatan Tayu mengaku ikan yang dipelihara baru berumur sekitar 2 bulan, hanya saja sejak umur 1 bulan, ikan peliharannya tiap hari sudah banyak yang mati antara 50 sampai 150 ekor/hari.

"Ikan banyak yang mati disebabkan karena bakteri, virus, dan kondisi cuaca yang kadang panas dan hujan, dan itu sangat berpengaruh pada ikan," ungkapnya, Rabu (8/4/2020).

Lebih lanjut ia mengutarakan, pada musim kemarau kematian ikan masih minim, namun pada peralihan musim antara kemarau ke penghujan kematian sangat rentan. Sejauh ini para petani hanya melakukan pembersihan bangkai-bangkai ikan agar tidak mencemari ikan-ikan lain ketika ikan mati."Kalau ikan sudah mati, biasanya petani pasrah, namun tergantung petaninya, karena tidak ada upaya lagi yang harus dilakukan," keluhnya.

Selain itu, lanjut Hamit, kematian ikan juga dilihat dari kepadatan ikan nila yang dipelihara, sebab kalau ikannya banyak, maka kematian juga akan banyak. Misalnya dengan ukuran tambak 1 hektare, biasanya diisi ikan nila sebanyak 50 ribu. Selain jumlah ikan, kematian juga tergantung dengan kebersihan tambak.

"Untuk kematian dilihat dari kepadatan ikan yang dipelihara, namun kadang ada ikan yang tahan, dengan kematian yang sangat minim," jelasnya.

Kematian ikan nila warga itu tidak hanya terjadi di satu wilayah saja, melainkan terjadi juga di beberapa desa di Kecamatan Tayu. Sejauh ini kalau dihitung kerugian ditaksir bisa mencapai 40 persen apabila tidak segera ditangani.

"Saya berharap pada Dinas terkait, terutama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, untuk selalu memantau perikanan yang ada di wilayah Pati, khususnya di Tayu, karena sejauh ini kematian ikan belum bisa ditanggulangi dan belum ada solusi dari para petani agar ikannya tidak mati," harap Hamit.

Kepala Bidang Budidaya DKP Kabupaten Pati Ika saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan mengatakan, kematian ikan nila milik petani disebabkan karena pergantian musim, dan tiap bulan dari DKP sudah melakukan analisa tentang kualitas dan vaksinasi benih ikan sebelum ditebar ke tambak.

"Langkah yang kita lakukan untuk pencegahan biasanya menggunakan kincir, atau pembuatan sumur, bahkan kita berikan vaksin pada ikan sebelum ditebar," tandasnya.

Saat ini, lanjut Ika, untuk vaksin juga sudah dibagikan ke tiap kecamatan, hanya tinggal pembagian per kecamatan saja. "Menurut info semua kecamatan udah dapat vaksinasi semua, tinggal pembagian per kecamatan saja, besok (,-red) saya cek ke lapangan," tepisnya.

Sementara salah satu kelompok petani tambak di Desa Margomulyo mengaku bahwa selama ini belum pernah ada bantuan vaksin dari DKP untuk menanggulangi dan mencegah kematian ikan nila yang mereka pelihara. "Kalau vaksin kita belum pernah dapat. Jadi kita hanya pasrah saja apabila ikan-ikan yang kita pelihara banyak yang mati tiap harinya," tukas salah satu petani pasrah. (WIS)

Video by : Wisnu

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.