Header Ads

https://daihatsu.co.id/

PSBB di Jakarta Kemungkinan Diperpanjang

Gubernur DKI Jakarta menyatakan bila diizinkan kembali, PSBB di DKI Jakarta akan diperpanjang. Foto : Humas.
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membicarakan kemungkinan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diperpanjang guna memutuskan rantai penyebaran virus corona (COVID-19) di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Karena itu, hampir pasti PSBB ini harus diperpanjang,” kata Anies saat rapat virtual bersama Tim Pengawas COVID-19 DPR RI di Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Anies menjelaskan PSBB menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 berlaku 14 hari, namun kenyataannya wabah COVID-19 tidak dapat selesai selama dua pekan.

Anies menuturkan pemberlakuan PSBB DKI selama 14 hari sejak 10-23 April merupakan fase awal yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahaya wabah COVID-19 dan lebih baik beraktivitas di rumah. Gubernur DKI itu berharap pihak terkait termasuk Tim Pengawas COVID-19 DPR RI untuk mengundang ahli epidemiologi memaparkan proyeksi penanganan dan dampak virus corona COVID-19 secara saintifik.

Jika diizinkan, Anies akan mengasumsikan penyebaran COVID-19 dalam jangka waktu panjang sehingga harus melanjutkan pemberlakuan PSBB untuk penanganan wabah corona di wilayah DKI Jakarta. “Kalau ternyata pendek, Alhamdulillah, tapi bila kita asumsikan pendek ternyata panjang maka kita akan keteteran,” tutur mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Sementara itu, jumlah kasus positif terinfeksiCovid-19 di DKI Jakarta terus bertambah. Data per Kamis (16/4), jumlah pasien terpapar virus corona mencapai 2.670 orang. Berdasarkan data resmi DKI pukul 13.50 WIB, dari jumlah kasus positif, pasien meninggal dunia sebanyak 248 orang. Sementara pasien yang dinyatakan sembuh 202 orang.(ANT)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.