Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Selama Karantina Mandiri, Pihak Puskesmas Hanya Mendampingi dan Tidak Memberikan Vitamin

Puskesman Talagamori juga memantau warga yang melakukan karantina mandiri.  Foto : Sukadi. 
Tidore - Pencegahan penyebaran Virus Corona atau Covid-19 telah dilakukan dengan maksimal oleh tim kesehatan Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan. Meskipun berbagai kekurangan yang dialami oleh tim kesehatan di kecamatan, namun lantaran tugas dan tangung jawab sebagai tenaga medis harus menjalan tugas dengan maksimal.

Perhatian Pemerintah Kota maupun Satgas Covid-19 Kota Tidore perlu ditingkatkan terhadap mereka yang berada di barisan terdepan dalam penanggulangan virus covid-19 ini. 

Apalagi mereka yang bertugas di Kecamatan Oba,  sebap kecamatan ini merupakan pintu masuk kabuten lain yakni Halmahera Tengah (Halteng) dan Halmahera Setalah (Halsel). Para mahasiswa asal Kecamatan Oba yang melakukan aktivitas di luar Maluku Utara biasanya menjelang Ramadhan pulang kampung, sehingga mahasiwa mereka harus dilakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.

Kepala Puskesmas Payahe Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan, Rahman Sangaji, S.Kep,Ners. mengatakan, berdasarkan data Puskesmas Payahe hingga saat ini karantina mandiri yang dilakukan di rumah masing-masing ada sebanyak 43 warga.

"Data karantina mandiri yang di data Puskesmas Payahe sebanyak 43 orang, dan hingga saat ini sebanyak 30 orang yang sudah menjalankan karantina selama 14 hari hingga yang tersisa sebanyak 13 orang," ungkap Rahman Sangaji.

Lebih lanjut ia menjelaskan, masyarakat melakukan karantina mandiri tidak disediakan makan minum bahkan obat (Vitamin) dari tim medis, karena tim medis sebantas memberikan arahan menyakut dengan mekanisme karantina mandiri.

"Warga yang dilakukan karantina mandiri tidak disedikan makan minum dan vitamin oleh tim medis. Tim medis hanya memberikan arahan agar selama dalam karantina tidak menyentuh dengan anggota keluarga lainnya," punkasnya.

Dia menambahkan, Pukesmas Payahe telah membentuk sebanyak delapan gugus tugas, per gusus sebanyak empat orang tim medis dan dilakukan aktivitas secara bergantian.

Pada tempat terpisah, Kepala Puskesmas Desa Talagamori Kecamatan Oba, Muslim mengatakan,  untuk data karantina yang di tanganinya ada sebanyak 7 orang, dan tujuh orang berasal dari mahasiswa dan warga.

"Puskesmas Desa Talagamori memiliki data sebayak 7 orang melakukan karantina mandiri, dan tujuh orang berasal dari mahasiwa dan warga," ungkap Muslim.

Muslim menambahkan,  mahasiswa yang dikarantina merupakan warga di sekitar lokasi kerja Puskesmas Talagamori namun tiga mahasiswa melakukan aktivitas perkulihan di Makasar, Bandung dan Bogor dan juga sala satu masyarajat yang memiliki riwayar perjalan dari Makassar.

Lebih lanjut ia mengatakan, warga yang dilakukan karantina mandiri selalu dipantau oleh tim medis, namun tidak di sedikan Vitamin untuk warga yang karantina mandiri.

"Tidak disediakan Vitamin untuk warga yang melakukan karantina mandiri," ungkap Kepala Puskesmas Desa Talaganori, Muslim.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.